Advertisement

Jacob Julian Ogah Terima Royalti Musik, Anji Protes

Style —Kamis, 8 April 2021 09:29 WIB
Editor: Yayat
    Bagikan:  
Jacob Julian Ogah Terima Royalti Musik, Anji Protes
Anji. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Dan/Atau Musik yang disahkan Presiden RI Joko Widodo berbeda penafsiran dari musisi.

Peraturan itumenyebutkan, beberapa tempat komersial yang wajib membayar royalti kepada musisi yang menyanyi serta menciptakan lagu tersebut.

Tempat komersial yang wajib membayar royalti musik ketika memutar lagu adalah seminar dan konferensi, diskotek, pesawat, restoran, kafe, bioskop, bank, lembaga penyiaran televisi dan radio, hotel, tempat karaoke, pertokoan, kantor, pusat rekreasi, hingga pameran atau bazar.

Menanggapi tempat umum yang wajib membayar royalti, penyanyi muda, Julian Jacob angkat bicara.

Julian Jacob menyatakan bahwa lagu miliknya bebas didengarkan oleh siapa pun tanpa mesti membayar royalti musik.

“Untuk supermarket, hotel, toko kecil, warung, kuli bangunan yang lagi kerja, atau siapapun yang ingin puter lagu saya ditempat publik, dipersilahkan memutar sepuas hati tanpa perlu kasih royalty ke saya,” tulis Julian Jacob, dari akun Instagam @duniamanji, Rabu (7/4/2021).

Hal tersebut dilakukan karena menurut musisi kelahiran 1 Juli 1994 itu, memutar lagu karyanya merupakan bentuk apresiasi untuk dia.

Melihat unggahan yang ditulis Jacob Julian, Anji yang juga musisi pun merespons lewat akun Instagram miliknya.

Anji menuliskan teguran terkait royalti musik yang tertuang dalam PP 56 Tahun 2021.

Bagi Anji, tulisan Julian dapat menimbulkan persepsi miring kepada publik setelah apa yang dia nyatakan tidak sesuai dengan aturan yang ada.

[page-pagination]

“Dear @julianjacs, gak gitu maksudnya PP 56 Tahun 2021. Jika seperti ini bisa misleading. Bahayanya, pernyataan ini diamini beberapa musisi juga,” tulis Anji.

“Jika Musisi seperti @julianjacs dan beberapa lainnya yang ada di kolom komentarnya atau yang me-repost posting-annya beranggapan seperti ini, pantas saja banyak orang awam protes,” lanjutnya.

Anji menerangkan tidak benar kuli bangunan atau toko kecil mesti membayar royalti musik.

“Tidak benar jika TOKO KECIL, WARUNG, KULI BANGUNGAN YANG LAGI KERJA atau SIAPAPUN harus membayar royalti. Bukan begitu maksud dari PP 56 tahun 2021,” katanya.

Pelantun lagu "Dia" itu menjelaskan jika mestinya memang karya musisi dihargai namun tidak disalahartikan seperti yang ditulis oleh Julian Jacob.

“Tidak benar jika TOKO KECIL, WARUNG, KULI BANGUNGAN YANG LAGI KERJA atau SIAPAPUN harus membayar royalti. Bukan begitu maksud dari PP 56 tahun 2021,” jelas Anji.

Lanjutnya, Anji mengimbau kepada masyarakat agar sama-sama belajar tentang aturan permusikan tersebut.

“Yok sama-sama belajar. Karena seharunya sudah sejak lama aturan seperti ini dikeluarkan," pungkasnya. (cr02/Yy)

Editor: Yayat
    Bagikan:  

Berita Terkait