Advertisement

Hadiri Acara FKUB Banten, Kapolda Sebut Pemuka Agama di Desa Jadi Jembatan Strategis

Nasional —Rabu, 7 April 2021 14:36 WIB
Editor: Rijal
    Bagikan:  
Hadiri Acara FKUB Banten, Kapolda Sebut Pemuka Agama di Desa Jadi Jembatan Strategis
Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto saat menyampaikan sambutan pada acara sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama tentang Kerukunan Umat Beragama, di sebuah hotel di

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Kapolda Banten Irjen Pol Rudy Heriyanto mengatakan pemuka agama di desa yang ada di Provinsi Banten adalah jembatan strategis dalam mendekati dan menemukan solusi bagi persoalan-persoalan berbasis perbedaan.

Dengan peran pemuka agama di desa, kata Kapolda Banten, eksplosivitas permasalahan dapat dicegah secara efektif.

"Jadi, keberadaan pemuka agama di desa-desa itu bagi Polri adalah partner penting dan strategis," ujar Kapolda Banten, Irjen Pol Rudy Heriyanto saat menjadi pembicara dalam acara sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama tentang Kerukunan Umat Beragama, Rabu (7/4/2021).

Acara yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten di Hotel Le-Semar tersebut dihadiri sebanyak 60 penyuluh agama yaitu 15 dari agama Islam, lima dari Khong Hu Cu, dan masing-masing 10 orang dari Hindu, Budha, Kristen, dan Katolik.

Peserta lainnya adalah penyuluh agama mengikuti secara zooming dari desa-desa di enam wilayah hukum Polres dalam jajaran Polda Banten.

Acara yang dibuka oleh Ketua Umum MUI dan FKUB Provinsi Banten H. Dr. A.M. Romly didampingi Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, Nanang Fathcurachman itu, secara keseluruhan diikuti berjumlah 1.000 penyuluh agama secara zoom metting dari desa-desa di Provinsi Banten.

[page-pagination]

Agama, kata Rudy, melekat sebagai pembimbing dan pengendali agar manusia menjalani hidup terarah, terkendali, dan terbimbing ke arah kebaikan dan kebenaran dalam bermasyarakat dan bernegara yang berlandaskan Pancasila. Provinsi Banten, kata Kapolda Banten, adalah bagian dari bangsa Indonesia yang majemuk.

Istimewanya daerah ini, ucap Jenderal bintang dua, meskipun mayoritas warganya memeluk agama Islam, kehidupan bersama, berdampingan, dan saling menghormati di antara sesama pemeluk agama lainnya, sudah berlangsung sejak lama.

"Sejarah mencatat hal itu. Sudah sejak lama Banten berada dalam pergaulan antarbangsa sebagai bandar perdagangan rempah seperti lada," jelas Rudy.

Paska Indonesia merdeka dan hingga kini, kata Rudy, kenyataan itu terus berlanjut dan berkembang.

Rudy meyakini kenyataan semacam itu, tidak lepas dari peran para ulama desa, penyuluh agama, dan guru-guru agama yang tersebar dan melekat dalam kehidupan masyarakat Banten. Penerimaan kaum agamawan yang luwes itu di Banten sudah mengkultur.

[page-pagination]

"Saya sendiri, tentu demikian juga jajaran di bawah, dengan kondisi semacam itu banyak mendapat masukan dan bimbingan dari ulama sehingga mendapat kelancaran menjalankan tugas," ucap mantan Kadivkum Polri itu dalam siaran pers yang diterima poskota.co.id.

Oleh karena itu, alumni sekolah perwira 1993 ini memerintahkan seluruh anak buahnya memelihara hubungan baik dan terus berpartner dengan para pemuka agama di desa-desa dalam menjalankan tugas-tugas memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

Oleh karena itu, hal itu patut disyukuri atas nikmat yang sudah Allah Swt berikan itu. Cara mensyukuri itu antara lain, kata Rudy, dengan tetap menjaga dan memelihara hubungan baik antar sesama umat beragama yang telah terbina selama ini. (rahmat haryono/krj)

Editor: Rijal
    Bagikan:  

Berita Terkait