Advertisement

Warga Daerah Aliran Sungai Cirarab Pasar Kemis Keluhkan Aroma Bau Menyengat

Tangerang —Rabu, 7 April 2021 11:48 WIB
Editor: Rijal
    Bagikan:  
Warga Daerah Aliran Sungai Cirarab Pasar Kemis Keluhkan Aroma Bau Menyengat
Sungai Cirarab wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten. (Ridsha)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID-- Sungai Cirarab yang alirannya melintasi wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, mengeluarkan aroma bau menyengat.

Bau menyengat dari air yang berwarna hitam pekat itu diduga telah tercemar oleh limbah pabrik selama bertahun-tahun.

Seorang warga setempat, Tutur Hamidi (38) mengatakan, aliran sungai Cirarab itu memang sudah cukup lama disebut kali bau.

"Airnya bau, makanya disebut Kali Bau. Sudah lama airnya tercemar limbah pabrik karena Pasar Kemis wilayah industri banyak pabrik. Mungkin ada yang buang limbahnya ke sungai," ujarnya kepada Poskota.co.id, Rabu (7/4/2021).

Bau tak sedap yang mirip bau sampah membusuk itu sangat meresahkan warga yang tinggal di Daerah Aliran Sungai (DAS).

Selain berbau, pemandangan di sekitar kawasan Kali Bau juga nampak kumuh.

[page-pagination]

Sampah rumah tangga nampak berserakan di sisi kiri dan kanan jembatan.

"Sekarang sih sudah agak mendingan dulu sebelum dinormalisasi enggak ada yang mau main di sekitar sungai karena bau banget. Kalau disebut resah ya sudah sangat resah, tapi mau gimana lagi," keluhnya

Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Bina Marga sejak tahun 2020 lalu telah melakukan normalisasi di sepanjang aliran sungai "Kali Bau".

Namun, hingga kini airnya belum bisa dimanfaatkan warga sekitar sebagai sumber air bersih ataupun untuk irigasi.

"Kalau nggak salah Agustus 2020 lalu mulai dilakukan normalisasi dan penurapan. Tapi karena pencemaran sudah terjadi bertahun-tahun belum bisa dimanfaatkan airnya juga masih bau," terangnya.

[page-pagination]

Ia dan warga Pasar Kemis lainnya berharap, pemerintah Kabupaten Tangerang serius dalam melakukan normalisasi pada aliran sungai "Kali Bau".

Selain, itu warga juga berharap instansi terkait bisa tegas menindak perusahaan atau pabrik yang dengan sengaja membuang limbahnya ke aliran sungai.

"Harapannya sih enggak cuma sampai disini aja perbaikannya bisa terus berlanjut. Kalau bisa ada sanksi tegas bagi perusahaan yang terbukti mencemari sungai," kata Tandas Ferdiansyah (34), salah seorang warga lainnya. (Ridsha Vimanda Nasution/krj)

Editor: Rijal
    Bagikan:  

Berita Terkait