Advertisement

Puluhan Petugas Keamanan Pangan di Kabupaten Tangerang Jalani Bimtek Kompetensi Berlabel SNI

Tangerang —Rabu, 7 April 2021 10:15 WIB
Editor: Rijal
    Bagikan:  
Puluhan Petugas Keamanan Pangan di Kabupaten Tangerang Jalani Bimtek Kompetensi Berlabel SNI
Petugas Keamanan Pangan dan District Food Inspector Kabupaten Tangerang mengikuti bimtek. (ist)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID-- Sebanyak 30 petugas Penyuluh Keamanan Pangan (PKP) mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) dan pelatihan District Food Inspector (DFI) berbasis kompetensi tahun 2021.

Bimtek tersebut diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang di Hotel Amaris Citra Raya, Kecamatan Panongan.

Para peserta yang lulus Bimtek akan mendapatkan sertifikat berlabel SNI setelah melalui tahap ujian kompetensi.

Kepala Seksi Farmasi dan Pengawasan Keamanan Pangan Bidang Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Desi Tirtawati mengatakan, kegiatan ini agar meningkatkan kualitas dan kompetensi petugas dalam rangka peningkatan pengawasan pangan, baik produksi pangan siap saji maupun pendistribusian serta upaya pembinaan dan advokasi kepada petugas di lapangan.

"Pelatihan Bimtek untuk DFI dan PKP, karena kebetulan di kabupaten Tangerang tenaga DFI dan PKP kita masih terbatas, maka kami memfasilitasi teman-teman perangkat daerah yang terkait dengan keamanan pangan, maupun teman di puskesmas untuk meningkatkan kualitas pengawasan melalui kegiatan bimtek ini," ucap Desi.

[page-pagination]

Dengan adanya pengawasan yang baik serta dilakukan secara terus menerus dapat menciptakan makanan sehat dan bermutu, sehingga makanan yang dikonsumsi masyarakat Kabupaten Tangerang bebas dari bahan berbahaya.

Acara ini diselenggarakan tiga hari dari tanggal 5 sampai dengan 7 April 2021.

Kegiatan pelatihan ini diikuti 30 peserta yang terdiri dari 20 orang tenaga DFI dan 10 orang tenaga PKP.

Sebelum mengikuti kegiatan, para peserta wajib melakukan swab tes antigen untuk meminimalisir terjadinya penularan virus COVID-19.

[page-pagination]

Direktur CKP-CBT Center, Ratih Woro Anggraini,  berharap, semua peserta dapat memiliki kompetensi dan dapat menghasilkan bukti yang dipersyaratkan untuk membuktikan bahwa mereka memang berkompeten.

Peserta mendapat sertifikat kelulusan pelatihan.

Jika lulus, dapat didaftarkan untuk menjadi peserta sertifikasi kompetensi untuk DFI dan PKP.

"Kedepannya ketika para pengawas dibekali dengan materi tentang pangan, mereka dapat melakukan pembinaan pengawasan ke lapangan mereka sudah lebih paham dan mengerti, karena mereka sudah bersertifikat dan sudah melalui uji kompetensi," ujarnya. (krj)

Editor: Rijal
    Bagikan:  

Berita Terkait