Advertisement

Kasus Aniaya Anak Tuna Rungu di Pamulang Dilimpahkan ke Unit PPA Polres Tangsel, Begini Penjelasan Polisi

Crime —Selasa, 6 April 2021 18:54 WIB
Editor: Rijal
    Bagikan:  
Kasus Aniaya Anak Tuna Rungu di Pamulang Dilimpahkan ke Unit PPA Polres Tangsel, Begini Penjelasan Polisi
garis polisi

TANGSEL, POSKOTA.CO.ID-- Kapolsek Pamulang Kompol Prasetyo angkat bicara terkait kasus dugaan penganiayaan di wilayah Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Prasetyo menuturkan, kasus tersebut sedang dalam penyelidikan lebih lanjut.

Dia mengaku, pihaknya sudah menerima laporan dari bapak korban.

"Pelapor (bapak korban) sudah melaporkan peristiwa itu ke kami. Dan kita sedang memproses penyelidikan lebih lanjut," ujarnya dikonfirmasi, Selasa (6/4/2021).

Prasetyo menuturkan, pihaknya akan menggali keterangan korban dengan memanggil guru penerjemah tuna rungu.

"Untuk korban akan digali keterangannya dengan memanggil gurunya yang mengartikan bahasanya," ungkapnya.

Yang jelas, Prasetyo menyebut, kasus dugaan penganiayaan terhadap anak tuna rungu akan terus berlanjut proses hukumnya.

Orang tua korban, Yudi Nugroho mengaku, sudah mendapatkan kabar terbaru dari pihak kepolisian Polsek Pamulang.

[page-pagination]

Kasus tersebut saat ini akan dilimpahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tangerang Selatan.

"Kabar terbaru sore ini adalah kasus aniaya terhadap putra saya akan dilimpahkan ke PPA Polresta Tangerang. Saya harap prosesnya bisa cepat," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak tunarungu ERN (13) menjadi korban penganiayaan di wilayah Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.

Bapak korban Yudi Nugroho membenarkan kejadian yang menimpa anaknya itu.

Dia menyebut, terduga pelakunya adalah seorang tukang tambal ban.

"Iyak benar kejadiannya tanggal 18 Maret 2021 di hari Kamis sekira pukul 16.30 WIB. Saya sudah buat laporan juga ke Polsek Pamulang," ujarnya ditemui Poskota di lokasi, Selasa (6/4/2021).

Yudi mengaku, mulanya mengetahui anaknya dianiaya dari tetangganya yang menyaksikan langsung peristiwa penganiayaan itu.

Dia menuturkan, dari keterangan saksi bahwa putranya dijewer, wajahnya bagian pipi dipukul, ditonjok bagian perut.

"Dari keterangan saksi bahkan sampai anak saya ditendang bagian kaki dan diinjak tulang ekor. Jadi pertama dijewer lalu ditonjok sampai jatuh dan baru diinjak," ungkapnya. (Ridsha Vimanda Nasution/krj)

Editor: Rijal
    Bagikan:  

Berita Terkait