Advertisement

Wapres KH Ma`ruf Amin Minta Tetap Tidak Lengah Meski Kasus Harian Covid-19 Menurun

Nasional —Selasa, 30 Maret 2021 16:18 WIB
Editor: Rijal
    Bagikan:  
Wapres KH Ma`ruf Amin Minta Tetap Tidak Lengah Meski Kasus Harian Covid-19 Menurun
Wakil Presiden RI, KH Ma'ruf Amin meninjau vaksinasi massal di Lapangan Olahraga Tiara Batara, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Penerapan protokol kesehatan secara ketat merupakan hal yang dibutuhkan di tengah pandemi Covid-19 ini.

Meski kasus harian Covid-19 menurun, tidak boleh lengah dalam menerapkan kedisplinan prokes tersebut.

Begitu juga yang terus diimbau Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. meski saat ini kasus harian Covid-19 terus mengalami penurunan, Ia meminta tetap tidak lengah dan terus berusaha mengatasi pandemi Covid-19.

"Alhamdulillah sekarang sudah terjadi penurunan kasus harian yang tadinya penambahan di atas 10 ribu (kasus), sekarang sudah tinggal 5 ribu, 4 ribu," kata K.H. Ma'ruf Amin saat melakukan peninjauan vaksinasi Covid-19 massal di Lapangan Olahraga Tiara Batara, Melayu, Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah, Selasa (30/03/2020).

Selain itu, lanjut Wapres, (kapasitas) rumah sakit yang tadinya terisi hampir 70, 80, bahkan 90 persen, sekarang turun, sudah di bawah 50 persen," tambah KH Ma'ruf Amin.

Apabila penurunan ini tidak dikelola dengan baik, lanjut Wapres, kasus dapat kembali naik seperti yang terjadi di beberapa negara seperti di Eropa dan Amerika.

"Kita tidak ingin. Karena itu, tetap masalah protokol kesehatan, 3M (memakai masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak), 3T (tracing, testing, treatment), kemudian pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di tingkat mikro dan juga pelaksanaan vaksinasi merupakan upaya-upaya yang secara terus menerus kita lakukan," paparnya.

Di samping itu, Wapres mengungkapkan bahwa sejauh ini pelaksanaan vaksinasi Covid-19 berjalan dengan lancar dan tidak terjadi kendala apapun yang disebabkan efek samping vaksin.

"Semua yang divaksin aman. Tidak ada orang merasa takut, merasa sakit, atau demam, ternyata tidak ada," tegasnya.

Adapun bagi mereka yang masih ragu untuk melakukan vaksinasi, Wapres menyebutkan bahwa pemerintah terus melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meyakinkan baik melalui pendekatan kesehatan maupun pendekatan agama. Dari segi kesehatan, kata Wapres, mereka diingatkan mengenai dampak yang diakibatkan apabila tidak divaksin.

"Dari segi agama, melakukan vaksinasi itu bagian dari kewajiban, fardu kifayah, orang harus melakukan sebelum bisa teratasi. Sebelum vaksinasi mencapai tingkat kekebalan (komunitas) 181 juta (penduduk), itu belum gugur kewajibannya," pungkasnya.

Sebagai informasi, dihimpun dari data Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Barito Utara, capaian pelaksanaan vaksinasi dosis pertama bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Barito Utara mencapai 95 persen yakni dari target 1.253 nakes, terealisasi 1.191 nakes.

Sedangkan capaian pelaksanaan vaksinasi dosis kedua mencapai 94% yakni dari target 1.215 nakes, terealisasi 1.143 nakes. Adapun vaksinasi dosis pertama bagi pelayan publik tercatat bahkan mencapai 122 persen yaitu dari target 1.000 pelayan publik, terealisasi 1.229 pelayan publik. Sedangkan vaksinasi dosis kedua saat ini baru terealisasi 53 persen dari target 1.195 pelayan publik, baru terealisasi 635 pelayan publik.

Dalam peninjauan itu, Wapres didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Munardo, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Ismail Bin Yahya, Bupati Barito Utara Nadalsyah, dan Kepala Sekretariat Wapres Mohamad Oemar. (johara/krj)

Editor: Rijal
    Bagikan:  

Berita Terkait