Advertisement

Dihajar Covid-19, Tempat Wisata Tasikardi Sepi Pengunjung

Wisata —Minggu, 21 Maret 2021 15:49 WIB
Editor: Yayat
    Bagikan:  
Dihajar Covid-19, Tempat Wisata Tasikardi Sepi Pengunjung
Danau Tasikardi Sepi pengunjung. (Luthfi)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Sempat tutup beberapa bulan karena pandemi Covid-19, kini tempat wisata danau Tasikardi, di Desa Margadana, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang ini perlahan mulai mencoba kembali bangkit.

Meski tamu yang datang jauh dari biasanya, namun pihak pengelola tetap membuka tempat wisata ini untuk umum setiap harinya.

Asep (30) salah seorang pengelola tempat wisata danau Tasikardi kepada Pos Kota mengatakan, kunjungan di musim Pandemi Covid-19 sangat turun drastis dibandingkan dengan hari biasa sebelum Covid-19.

"Jauh mas turunnya. Kalau sebelum Covid-19 mah tiap akhir pekan ini selalu ramai kunjungan, tapi sekarang mah ya, liat aja sendiri," ujarnya, Minggu (21/3/2021).

Berdasarkan pantauan Pos Kota di lapangan, jumlah pengunjung yang datang ke danau yang luasnya mencapai 6 hektar pada akhir pekan ini cukup sepi.

Hanya terdapat beberapa pengunjung yang sengaja datang untuk mancing, bersantai dan ada juga yang beristirahat untuk makan siang.

"Kalau akhir pekan seperti ini tidak sampe 100 pengunjung. Rata-rata mereka adalah keluarga yang mau beristirahat dan mancing," ungkapnya.

Tempat wisata danau Tasikardi ini memang sering dijadikan sport mancing, selain untuk tempat wisata keluarga.

Sehingga bagi yang suka mancing, danau Tasikardi ini sangat cocok dijadikan referensi sport mancing.

"Selain bisa mancing, bisa membawa keluarga liburan juga kan. Istilahnya sekali mendayung dua dan tiga pulau terlampaui," ucapnya.

[page-pagination]

Terletak sekitar satu km dari tempat wisata religi Banten Lama, Danau Tasikardi ini kerap dijadikan sebagai tempat singgah para peziarah untuk makan siang dan beristirahat melepas lelah.

Beberapa bus pariwisata dari luar daerah biasanya masuk ke dalam kawasan wisata danau Tasikardi ini, selain mobil-mobil pribadi.

"Biasanya memang abis ziarah di Banten Lama, makannya di sini sekalian istirahat. Itu dulu, sekarang mah sudah ga ada lagi," ungkap Asep.

Letak danau Tasikardi ini tepat dipinggir jalan perlintasan antara kawasan ziarah Banten Lama dengan tempat ziarah Gunung Santri, Bojonegara, Kabupaten Serang.

Peziarah yang berasal dari luar daerah maupun dari dalam daerah, biasanya sesudah melakukan ziarah di Banten Lama, terus melanjutkan ke Gunung Santri, yang melintasi danau Tasikardi.

"Sebelum Covid-19 akhir pekan seperti ini biasanya lebih dari 200 pengunjung, sementara kalau hari biasa sekitar 100," aku Asep.

Tingginya peminat wisatawan yang datang ke danau Tasikardi sebelum Pandemi Covid-19 ini, selain lokasi tempatnya yang strategis, suasananya yang rindang dan sejuk, serta tiket masuknya yang sangat ramah di kantong.

"Bagi kendaraan bermotor tiketnya hanya Rp10.000, sementara untuk kendaraan roda empat Rp20.000," ujarnya.

Tempat wisata keluarga ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu referensi bagi para penikmat traveling, apalagi yang suka akan budaya.

Sejarah Danau Tasikardi ini merupakan danau buatan yang berfungsi untuk air sungai sebelum dijernihkan di pengindelan abang dan kemudian dialirkan ke keraton Surosowan.

[page-pagination]

Di keraton, air dari danau Tasikardi ini digunakan untuk menguji kebutuhan air bersih penduduk kota kala itu.

Berdasarkan catatan sejarah, danau ini dibangun oleh Hendrik Lucas Cardeel pada pemerintahan Sultan Maulana Yusuf (1570-1580).

Di tengah danau ini dibangun sebuah pulau buatan yang bernama pulau Kaputren, yang semula diperuntukkan ibunda Sultan bertafakur. Tapi kemudian pulau itu dijadikan sebagai tempat rekreasi keluarga Sultan.

Pulau itu juga sempat dijadikan sebagai tempat penerima tamu dari Belanda kala itu, yakni Cornelis de Bruin pada tahun 1706. Danau Tasikardi ini juga dikelilingi oleh persawahan warga yang letaknya lebih rendah dari danau.

"Dulu mah ada bebek-bebekan yang bisa dinaiki oleh anak-anak untuk memutari pulau itu, tapi sekarang sudah tidak ada," tegas Asep. (Luthfillah/Yy)

Editor: Yayat
    Bagikan:  

Berita Terkait