Advertisement

Minang In Wrap Sajikan Nasi Padang Dibungkus Tortilla Layaknya Fast Food Kekinian

Makanan —Sabtu, 20 Maret 2021 10:11 WIB
Editor: Rijal
    Bagikan:  
Minang In Wrap Sajikan Nasi Padang Dibungkus Tortilla Layaknya Fast Food Kekinian
Outlet dan Proses Pembuatan Menu In Wrap. (cr07)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Berbeda dengan kebanyakan warung nasi padang yang makanannya dibungkus dengan kertas nasi coklat atau kardus makanan.

Minang In wrap menawarkan cara wisata kuliner yang lebih kekinian yakni menyajikan nasi padang dibungkus dengan roti tortila mirip dengan bentuk burrito meksiko.

Burito Meksiko adalah salah satu makanan khas Meksiko. Makanan ini terdiri atas tortilla gandum yang diisi dengan berbagai macam daging.

Derryansyah dan ketiga kawannya pada 2018, mengevolusikan makanan minang yang dicintai masyarakat Indonesia ini menjadi jenis makanan fast food yang praktis dan bisa dimakan dimana saja.

"Inspirasi dari pas 2018 Desember, lagi nongkrong-nongkrong. Inspirasinya gitu sih menciptakan cara baru makan nasi padang dari konvensional aja," ujar Derry saat ditemui di Kedai Minang In Wrap, Cipete Raya, Jakarta Selatan, Kamis (18/3).

Kedai Minang in Wrap ini sempat viral di media sosial karena inovasi uniknya dalam bidang kuliner. Para pecinta masakan padang terutama dijamin akan turut antri dalam barisan penyoba sajian khas bungkus makanan satu ini.

Sebetulnya, Minang in Wrap ini adalah isian nasi padang pada umumnya. Minang in Wrap mengisi tortilla dengan nasi, daun singkong, bumbu kuning, sambal hijau dan sambal merah juga menu lauk pilihan. Ada 4 jenis menu lauk pilihan yang tersedia di Kedai ini yakni Rendang, Gulai Ayam, Dendeng Balado, dan Paru Goreng.

“4 bahan dasar, Rendang, Ayam, Paruh, Dendeng," sebutnya.

Kemudian ada 3 tipe jenis isian yang ditawarkan yaitu Common Wrap, Mix Wrap, dan Fit Wrap. Cummon Wrap ini adalah jenis tipe yang sudah disebutkan sebelumnya seperti layaknya nasi padang. Sementara Mix Wrap, pembeli bisa mencampur dua atau lebih lauk pilihan dalam satu bungkus tortilla. Biasanya pelanggan akan mencampurkan dua menu, namun jika ingin mencampurkan 4 menu sekaligus, maka bisa pesan ukuran jumbo.

Terakhir ada Fit Wrap, ini yang paling berbeda sebab nasi yang digunakan adalah nasi coklat, yang terbilang lebih sehat. Dan saat pembakaran setelah dibungkus, warna kulitnya tidak berubah hitam tapi lebih ke kecoklatan.

“Ya ada lagi satu yang Fit Wrap itu jadi pilihan yang lebih sehat. Ya kalau yang ini menu set pakai nasi coklat," beber Derry.

[page-pagination]


Meski bentuknya seperti Burrito, rasa makanan yang di sajikan dari Minang in Wrap betul-betul sama persis dengan nasi padang biasanya. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran bagi pemebeli yang takutrasa nya berubah dan tidak otentik.

“Pas lagi taste food, abis itu sya cobain ini kurang ini, komposisinya gini-gini. Pas saya cobain ternyata enak banget, dan rasanya nasi padang banget," ceritanya.

Derry bercerita ide utama bungkus-membungkus ini bermula dari salah satu mantan pendiri Minang In warp, yang pernah berkuliah di Singapura. Temannya tersebut memang suka membungkus beragam makanan dengan berbagai isi. Lantas tercetus ide dari Derry untuk menjadikan isi tortilla dengan nasi padang . Melihat bagaimana nasi padang di Indonesia sangat polpuler dan familiar bagi semua orang.

Faktor lainnya kenapa Ia menawarkan nasi padang ialah karena Derry sendiri merupakan orang Padang dan dia bercita-cita makanan kampungnya ini bisa jadi kuliner yang mendunia. Berdasarkan pengamatannya, makanan khas Indoensia cenderung disajikan di Piring. Sedangkan move orang-orang saat ini serba cepat. Nah makanan khas Indonesia yang diinovasi seperti Minang In Wrap bisa jadi cara lain mengikuti perkembangan wisata kuliner di tengah mobilitas orang-orang yang serba cepat.

[page-pagination]


"Nah saya mau makanan padang kayak makanan Indonesia jadi fast food yang bisa mendunia dan bisa dinikmati dengan kondisi mobilitas orang yang tinggi. Kayak KFC atau MCD. Gak cuma nasi padang aja, tapi juga makanan khas Indonesia lain," harap pria pernah mengemban studi di Belanda tersebut.

"Generation nya udah mulai geser dari baby boombers sekarang itu millnials di usia usia produktif terus mereka ini tipe yang gak mau ribet. Dari situ saya liat lagi, jadi saya ngeliat ibaratnya nanti supply demandnya akan beda nih," imbuhnya.

Dengan melakukan sekali taste food dan mencari komposisi yang benar dari Derry dan 3 former pemilik lainnya tercetuslah nama Minang in Wrap. (Cr07/krj)

Editor: Rijal
    Bagikan:  

Berita Terkait