5 Hari Mau Nikah, Keluarga Adukan Kejanggalan Meninggalnya Calon Pengantin Pria Akibat Kecelakaan

Kamis, 19 Januari 2023 15:50 WIB

Share
Keluarga korban tabrak lari usai adukan kejanggalan kematian di Mapolda Banten (Foto: poskota/bilal)
Keluarga korban tabrak lari usai adukan kejanggalan kematian di Mapolda Banten (Foto: poskota/bilal)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Pihak keluarga AS (21), korban kecelakaan lalu lintas di Jalan Nyapah-Cilebu, Kabupaten Serang pada 8 Desember 2022 lalu mencium adanya kejanggalan faktor penyebab kematian.

Saat ini, kejanggalan tersebut telah diadukan kepada Irwasda Polda Banten. Mereka berharap ada pemeriksaan terhadap petugas yang menangani proses kematian korban.

Ibu korban, Sartu mengatakan, sebelum kejadian anaknya baru pulang dagang dari Jakarta. Kepulangannya itu karena hendak ke rumah calon istrinya untuk mengambil surat undangan.

Mengingat, resepsi pernikahan akan digelar pada 13 Desember 2022 atau lima hari lagi dari kejadian kecelakaan.

"Mau ke rumah pacarnya itu. Kan hari selasa mau nikah, dia mau ngambil surat undangan ke pacarnya. 13 Desember (2022) mau nikah, 8 Desember kejadian," katanya saat ditemui di Mapolda Banten, Kamis (19/1/2023).

Hingga saat ini, kepergian anaknya masih terngiang-ngiang. Terlebih anaknya dinilai tidak pernah macam-macam.

"Makanya saya ingat saja ke anak saya yang mau perginya tuh. Katanya mau ke rumah pacar. (Usianya) 21 tahun. Baru dagang sebulan mah, dagang sayuran," ucapnya.

Ia berharap proses kecelakaannya yang dianggap janggal terungkap sesuai fakta-fakta yang terjadi.

"Anak saya orang baik, nggak pernah macam-macam. Nggak tahu apa-apa, kalau anak saya matinya dibunuh, saya minta tolong biar keungkap," ujarnya.

Selain itu, pihaknya mengungkapkan adanya dugaan pemotongan oleh oknum atas asuransi jiwa akibat kecelakaan dari Jasaraharja. Yang seharusnya mendapatkan Rp49.500.000, hanya diterima Rp24.500.000.

Halaman
Reporter: Bilal Hardiansyah
Editor: Bilal Hardiansyah
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar