Mantap ! Tim Resmob Polres Serang Ungkap Jaringan Peredaran Uang Palsu

Selasa, 27 September 2022 18:37 WIB

Share
Kapolres Serang AKBP Yudha Satria didampingi Kasatreskrim AKP Dedi Mirza dan Kasihumas Iptu Dedi Jumhaedi menunjukkan barang bukti upal. (haryono)
Kapolres Serang AKBP Yudha Satria didampingi Kasatreskrim AKP Dedi Mirza dan Kasihumas Iptu Dedi Jumhaedi menunjukkan barang bukti upal. (haryono)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Serang berhasil membongkar jaringan peredaran uang palsu (upal) setelah Tim Reserse Mobile (Resmob) meringkus lima pelaku di lokasi berbeda.

Satu pelaku diringkus di pinggir jalan Ciptayasa, Kecamatan Ciruas,  Kabupaten Serang, usai berbelanja. Sementara dua pelaku lainnya ditangkap di Perumahan Persada Banten Kecamatan Walantaka, Kota Serang.

Dari ketiga tersangka diamankan barang bukti upal pecahan Rp 100.000 senilai Rp 70.000.000, mesin penghitung uang, 1 unit mesin sinar UV, 32 lembar ban uang BCA dengan nominal 10 juta rupiah dan handphone.

"Ketiga tersangka peredaran uang palsu ini ditangkap di dua lokasi berbeda. Barang bukti yang diamankan uang palsu sebanyak Rp70 juta pecahan Rp100 ribu, serta mesin penghitung uang dan sinar ultra violet," terang Kapolres Serang AKBP Yudha Satria saat konferensi pers, Selasa (27/9/2022).

 

Kapolres menjelaskan pengungkapan kasus peredaran uang palsu ini bermula dari kecurigaan Tim Resmob yang dipimpin Ipda Iwan Rudini terhadap tersangka YS alias Alung (41) warga Kepuren, Kecamatan Walantaka, Kota Serang saat berada di pinggir Jalan Ciptayasa, Kecamatan Ciruas.

"Saat tersangka YS diamankan, petugas menyita handphone. Ketika handphone dibuka ada percakapan soal uang palsu" tutur Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Dedi Mirza dan Kasihumas Iptu Dedi Jumhaedi .

Dari hasi pemeriksaan, tersangka Alung mengaku mengedarkan upal bersama dua rekannya yaitu SB (53) warga Desa Sukamanah, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang dan AA (42) warga Pulau Limbung Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

"Dari pengakuan itu, kedua tersangka diamankan di Perumahan Persada Banten. Ketika penggeledahan ditemukan upal pecahan Rp 100 ribu berjumlah Rp 70 juta," tandasnya.

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar