BP2MI Jemput Pemulangan 193 PMI Deportasi Malaysia

Jumat, 5 Agustus 2022 10:47 WIB

Share
BP2MI Jemput Pemulangan 193 PMI Deportasi Malaysia
Kepala Badan BP2MI, Benny Rhamdani. (Iqbal)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Sebanyak 193 orang kelompook rentan dari Pekerja Migran Indonesia dipulangkan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Mereka dipulangkan dari Kuala Lumpur, Malaysia,  Kamis (4/8/2022) malam melalui di Terminal 3-Ultimate Bandara Soekarno Hatta.

Penanganan pemulangan deportan Malaysia ini dilakukan langsung Kepala Badan BP2MI, Benny Rhamdani, didampingi  Deputi Bidang Penempatan dan Pelindungan Kawasan Asia Afrika, Agustinus Gatot Hermawan beserta  Direktur BP2MI lainnya. 

193 PMI terkendala rentan terdiri atas 66 Perempuan dan 127 laki-laki. Kondisi kerentanan adalah yang sakit, sebanyak 28, ibu dan anak sebanyak 30, 14 orang lansia, 1 orang anak tanpa penjaga, dan sisa 120 orang lainnya. 

 

"Hari ini kita menyaksikan 193 warga negara kita di deportasi dari Malaysia. Ini potret buram, ada anak bangsa yang di eksploitasi oleh sindikat. Di detensi disana pun mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi oleh para petugas Imigrasi Malaysia. Kalau pun dulu mereka berangkat tidak resmi, itu harus menjadi intropeksi bagi negara. Yang harus kita perangi adalah sindikat penempatan ilegal, bukan menyalahkan PMI yang menjadi korban. Perkuat kolaborasi dan komitmen antar Kementerian/Lembaga," ujar Benny, Jumat (5/8/2022).

Benny menegaskan, Negara harus bersikap tegas terhadap negara tujuan penempatan, dalam hal ini Malaysia, terkait penempatan Pekerja Migran. Dirinya mengklaim pihak pemerintah harus tetap menjaga PMI yang bekerja diluar negeri.

"Sekali lagi, Indonesia harus mengambil posisi tegas dengan Malaysia dalam hal penempatan. Kita tidak boleh lembek, ajak mereka duduk bersama, terapkan sistem yang melindungi warga negara kita. Negara kita negara yang besar. Harus ada sikap tegas jika Malaysia tidak memberlakukan hukum yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Kita tidak boleh memiliki mental inlander. Kita juga harus yakin bahwa Malaysia perlu pekerja Indonesia," kata Benny. 

Berdasarkan daerah asal terbesar para PMI Deportan asal Malaysia, yakni Jatim 87, NTB 36, Jateng 18, Jabar 12, Sumut 11, dan 22 orang sisanya berasal tersebar dari 11 Provinsi.

 

Halaman
Reporter: Rahmat Haryono
Editor: Rahmat Haryono
Contributor: Muhammad Iqbal
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar