Astaga ! Suami Bunuh Isteri Ternyata Berstatus Paman dan Ponakan

Selasa, 2 Agustus 2022 15:55 WIB

Share
Astaga ! Suami Bunuh Isteri Ternyata Berstatus Paman dan Ponakan
Kabidhumas didampingi Wadirreskrimum AKBP Dian Setiawan dan Kasatreskrim AKP Dedi Mirza saat konferensi pers di Mapolda Banten, Selasa (2/8/2022). (haryono)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Tim Reserse Mobile (Resmob) Polres Serang berhasil menangkap pelaku pembunuhan Junaesih (37), wanita yang jasadnya dibuang di area tumpukan sampah di pinggir Jalan Desa Cerukcuk, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang. 

Pelaku Purwadi alias Adi (35) yang merupakan suami korban ditangkap Tim Resmob di rumah kontrakannya 2 hari setelah mayat ditemukan atau Senin (1/8) sekitar pukul 10.00 WIB.

Korban dibunuh 50 hari setelah melahirkan anak keduanya dari hubungannya bersama pelaku.

Kabidhumas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga mengatakan Purwadi merupakan paman dari korban yang memiliki hubungan asmara dan sudah tinggal bersama korban selama sekitar 7 tahun.

 

"Korban dengan pelaku masih ada pertalian darah sebagai paman dan ponakan," ungkap Kabidhumas didampingi Wadirreskrimum AKBP Dian Setiawan dan Kasatreskrim AKP Dedi Mirza saat konferensi pers di Mapolda Banten, Selasa (2/8/2022).

Menurut Kabidhumas, pada saat dinikahi pamannya, korban masih berstatus isteri. Dan pada saat menikah secara siri, baik pelaku atau korban tidak mengaku sebagai paman dan ponakan, melainkan sebagai teman biasa.

"Seiring berjalan waktu, pernikahan terlarang ini diketahui pihak keluarga. Jadi pasangan ini menjadi DPO keluarga karena melakukan pernikahan sedarah. Agar tidak diketahui, pasangan ini mengontrak rumah di Kampung Jati Lio, Desa Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Tangerang," kata Shinto Silitonga.

Di tempat persembunyian, korban dan pelaku dikarunia 2 orang anak berusia 5 tahun dan bayi 50 hari. Dalam kehidupan sehari-hari, pelaku dengan korban memang sudah seringkali cekcok. 

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar