Astaga ! Pasar Kemis Masuk Peringkat Teratas Wilayah Dengan Kualitas Udara Buruk

Jumat, 24 Juni 2022 11:09 WIB

Share
Astaga ! Pasar Kemis Masuk Peringkat Teratas Wilayah Dengan Kualitas Udara Buruk
Salah satu pabrik di wilayah pasar kemis sedang membakar limbah. (veronica)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang masuk dalam peringkat teratas wilayah dengan kualitas udara yang buruk berdasarkan, hasil survei lembaga data kualitas udara (IQ Air). 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik mengatakan, kualitas udara yang buruk pengaruh dari polusi yang dihasilkan dari pabrik-pabrik di kawasan setempat, mengingat Pasar Kemis memiliki banyak area industri. 

"Pasar Kemis itu salah satu daerah industri, makanya tingkat kualitas udaranya juga rendah," katanya kepada wartawan, Jumat (24/6/2022).

 

Namun, Taufik menekankan, tidak semua pabrik di wilayah tersebut menghasilkan emisi atau cemaran udara. Dimana, bagi industri yang menghasilkan emisi atau cemaran udara tersebut diwajibkan setiap 6 bulan sekali menguji kualitas emisinya atau cerobong asap. 

"Memang tidak semua industri menghasilkan cemaran udara. Karena mereka yang menghasilkan emisi itu akam melakukan uji kualitas sebagai bentuk implementasi komitmen atau penataannya sesuai yang tertuang dalam Dokumen Lingkungan seperti, Amdal atau UKL/UPL. Dengan bentuk Dokumen Laporan Semester Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan," ungkapnya.

 

Menanggapi hasil survei kualitas udara tersebut, pihaknya akan terus berupaya untuk menekan polusi udara di wilayah Kecamatan Pasar Kemis, diantaranya dengan pembangunan ruang terbuka hijau (RTH). 

"Upaya kita dengan bangu  RTH, dan saat ini sudah dibangun RTH seluas 128,94 hektare, yakni RTH Kabupaten 126,24 hektare dan RTH Kecamatan 2,7 hektare. Dan rencananya melalui anggaran APBD Tahun 2022 ini akan dilakukan pemasangan AQMS, yaitu pemasangan alat untuk mengukur kualitas udara secara real time. Ini juga bertujuan untuk memberikan informasi kualitas udara kepada masyarakat secara real time atau 24 jam," ungkapnya. 

 

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar