Merugi Lagi, Pemprov Banten Akan Fokus Tangani Persoalan di Bank Banten

Minggu, 19 Juni 2022 14:01 WIB

Share
Merugi Lagi, Pemprov Banten Akan Fokus Tangani Persoalan di Bank Banten
Pj Sekda Banten M Tranggono

SERANG, POSKOTA. CO. ID - Pemprov Banten meyakini bisnis perbankan yang dijalankan lewat Bank Banten itu jika dikelola dengan baik, maka akan dapat memberikan keuntungan yang cukup besar pada sektor Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Namun nyatanya, perusahaan plat merah itu di tangan jajaran menejemen yang baru belum juga mendapatkan keuntungan, tapi yang ada justru kerugian terus. Padahal, setoran modal yang sudah diberikan oleh Pemprov Banten sudah lebih dari Rp3 triliun. 

"Usaha mah rugi, tapi gaji dan tunjangan tetap tinggi. Ini harus mendapat perhatian cepat dari Pemprov," kata Penjabat (Pj) Sekda Banten M Tranggono saat dihubungi, Minggu (19/6/2022). 

Tranggono melanjutkan, untuk itu, sesuai dengan arahan dari pak Gubernur, pihaknya akan bersama-sama melakukan identifikasi permasalahan yang ada di Bank Banten. Bukan hanya terhadap user-nya, tetapi juga pada tataran manajemennya juga akan kita lakukan identifikasi. 

"Dalam waktu beberapa minggu ini kita akan fokus menangani persoalan yang ada di Bank Banten saat ini," ujarnya. 

Diakui Tranggono, banyak Pekerjaan Rumah (PR) yang harus segera dibenahi di Bank Banten selain manajemen dan sistem menejerialnya, dari mulai proses pemisahan dari PT BGD, sektor usahanya, likuiditasnya sampai pada keterlibatan Kabupaten dan Kota di Bank Banten. 

"Pak Gubernur sangat konsen terhadap keinginannya untuk melibatkan seluruh Kabupaten dan Kota di Bank Banten. Hal ini tentu juga harus didukung oleh kinerja yang baik dari jajaran manajemen, terutama pada kemampuan likuiditas Perseroan dan skala usaha menguntungkan yang dijalaninya," jelas Tranggono. 

Sampai saat ini, diakui Tranggono, sudah ada beberapa Kabupaten dan Kota yang menyanggupi terhadap permintaan untuk pemindahan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke Bank Banten. 

Namun demikian, jika posisi Bank Banten terus merugi, ini akan berdampak pada kepercayaan publik kepadanya. Dan Pemprov Banten tidak mau mengambil resiko itu. 

"Kalau sudah sehat, siapapun yang masuk nanti silahkan saja," pungkasnya. (Luthfillah) 

Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar