Tim Forensik Simpulkan, Suami Bunuh Istri dan Anak Bungsu dengan Cara Gorok Leher 

Jumat, 8 April 2022 22:37 WIB

Share
Tim Forensik Simpulkan, Suami Bunuh Istri dan Anak Bungsu dengan Cara Gorok Leher 
Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Banten melakukan otopsi terhadap korban pembunuhan sadis yang dilakukan suami terhadap istri dan anaknya di Kabupaten Serang. (ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Tim forensik RS Bhayangkara Polda Banten telah melakukan autopsi terhadap jenazah Tumijem (43) dan Dion (9), korban pembunuhan sadis di Kampung Baru, Desa Sentul, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, Jumat (8/4/2022).

Supriyadi (44) suami yang diduga kuat sebagai pelaku berusaha mengakhiri hidupnya dengan menyayat lengan kiri dengan menggunakan sebilah pisau.

Namun upaya bunuh diri gagal lantaran pelaku berhasil diselamatkan oleh tim dokter.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Shinto Silitonga mengatakan tim forensik, telah melakukan autopsi, untuk memastikan penyebab kematian Tumijem dan Dion.

"Otopsi berlangsung sejak pukul 14.00 WIB hingga pukul  17.00 WIB, membutuhkan waktu selama 3 jam," katanya dalam keterangan resmi yang diterima Poskota.co.id, Jumat (8/4/2022) malam.

Menurut Shinto, autopsi pembunuhan sadis anak dan istri oleh suami itu, dilakukan secara bergantian. Pemeriksaan pertama dilakukan pada jenazah Tumijem.

"Pertama melakukan autopsi kepada sang ibu dengan kesimpulan luka terbuka akibat sayatan benda tajam sebanyak 5 luka pada bagian bawah dagu hingga leher, 2 luka besar dengan ukuran sekitar 13-14 cm , dan 3 luka kecil ukuran 1 hingga 5 cm," ujarnya.

Shinto menegaskan, luka pada bagian leher tersebut, diduga menjadi penyebab kematian istri Supriyadi.

"Selain itu terdapat luka kecil pada bagian tangan kanan, akibat benda tajam yang terjadi akibat perlawanan korban saat mendapatkan kekerasan," tegasnya.

Kemudian, Shinto menambahkan autopsi dilajutkan terhadap jenazah Dion. Kondisi anak pasang Tumijem dan Supriyadi itu tidak jauh mengenaskan dengan ibunya.

Halaman
1 2
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar