Pergerakan Tanah di Cikulur Semakin Parah, Tim Geologi Belum Turun Tangan  

Rabu, 2 Maret 2022 18:37 WIB

Share
Pergerakan Tanah di Cikulur Semakin Parah, Tim Geologi Belum Turun Tangan  
Kerusakan rumah akibat pergerakan tanah di Kampung Cihuni. (yusuf)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Fenomena bencana pergerakan tanah di Kampung Cihuni, Desa Curug Panjang, Kecamatan Cikulur semakin hari semakin parah. Pergerakan tanah secara perlahan namun pasti terus merusak rumah warga.

Berdasarkan laporan yang diterima Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak, kini sudah ada 43 rumah warga yang rusak akibat pergerakan tanah. Jumlah tersebut bertambah lima rumah dibandingkan sebelumnya yang hanya 38 rumah saja.

"Pergerakan tanah semakin parah, karena tiap hari hujan. Kita catat ada 43 rumah, sarana sosial dan fasilitas umum 3, 1 sekolah dan jalan Kabupaten yakni Tanjakan Tajur yang rusak akibat pergerakan tanah itu," kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Lebak Febby Rizki Pratama, Rabu (2/3/2022).

Dari 43 rumah itu, 10 rumah dinyatakan tidak layak untuk dihuni, bahkan 6 di antaranya sudah roboh dan rata dengan tanah.

BPBD pun sudah menghubungi tim ahi Geologi dari Pusat Vulkanologi di Bandung untuk melakukan penelitian terhadap pergerakan tanah ini.

"Kita sudah bersurat ke Badan Geologi, sudah mendapat respon," katanya.

Para ahli Geologi itu rencananya akan turun ke lokasi pergerakan tanah pada Minggu depan diawal bulan Maret 2022 ini. Mereka nantinya selain akan meneliti pergerakan tanah, mereka juga akan memeriksa lahan relokasi yang diajukan Pemerintah Daerah untuk para warga terdampak.

"Teman-teman di sana baru selesai WFH, banyak kasus Omicron di sana. Sehingga baru bisa turun Minggu depan. Mereka sudah konfirmasi turun Minggu depan sekalian ngecek lahan relokasi yang kita ajukan, apakah masih daerah terdampak pergerakan tanah atau bukan," jelasnya.

Sementara ini, pihaknya akan terus mendistribusikan bantuan berupa pemenuhan kebutuhan logistik untuk para korban terdampak pergerakan tanah itu.

"Kita akan suplai, kita akan dorong kepada korban terdampak dalam bentuk paket sembako. Mereka masak di rumah tetangga atau rumah barunya, sehingga kebutuhan pangan tetap terpenuhi," pungkasnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar