Bermodal Klewang dan Celurit, Gengster Mulai Nekat Rampok Warung Sembako Madura 

Minggu, 6 Februari 2022 17:31 WIB

Share
Warung sembako di Jalan Abdul Wahab Sawangan Kota Depok yang jadi korban perampokan anggota gengster.(Foto: Angga) 
Warung sembako di Jalan Abdul Wahab Sawangan Kota Depok yang jadi korban perampokan anggota gengster.(Foto: Angga) 

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Kejahatan jalanan (street crime) terjadi di Depok. Kali ini kelompok gengster motor berjumlah tiga orang menodong pemilik rumah dan berhasil menjarah dagangannya di Jalan Abdul Wahab (depan Alfamart Abdul Wahab),  Sawangan, Kota Depok, Minggu (6/2/2022) subuh.

Korban Akbar Sucipto, pemilik sekaligus penjaga warung sembako Madura Akbar (40), mengatakan, peristiwa penodongan pelaku bersenjata tajam dialaminya sekitar pukul 04.00 WIB.

Saat itu, terang Akbar,  datang tiga orang pria berboncengan motor berpura-pura untuk membeli rokok.

"Pelaku berjumlah tiga orang yang satu duduk di motor dan dua lagi turun dari motor berpura-pura membeli rokok. Beberapa menit setelah kejadian tidak mengubris permintaan pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam jenis klewang dan celurit, " ujar Akbar kepada Poskota.co.id saat disambangi toko sembakonya di Jalan Abdul Wahab Sawangan Kota Depok, Minggu (6/2/2022) siang.

Akbar menyebutkan, saat kejadian sedang berdua bersama temannya Syamsul yang sedang tidur khawatir akan dibacok pelaku lantaran berdekatan.

"Teman saya Syamsul sedang tidur ketika kedua pelaku sama-sama mengeluarkan senjata tajam dan satu pelaku membawa klewang mengancam mengalungi leher jika melawan diancam akan dibunuh, " katanya.

Dalam peristiwa tersebut, lanjut Akbar, ia terpaksa memberikan  sejumlah permintaan para pelaku.

"Dari pada ada apa-apa dengan saya dalam kondisi takut langsung pelaku mengambil 15 botol susu yang ada lemari pendingin, rokok empat bungkus, dan uang Rp. 100 ribu kerugian mencapai Rp. 300 ribu dijarah para pelaku, " ungkapnya.

Sementara itu ciri-ciri pelaku, lanjut Akbar,  berjumlah tiga orang yaitu satu orang menunggu di motor jenis PCX Putih. Sedangkan dua lagi berbadan kurus, usia remaja sekitar 16 - 18 tahunan, berkulit putih dan satu lagi berkulit agak gelap, serta logat bicara seperti orang Jakarta.

"Para pelaku juga tidak menggunakan helm hanya bermasker putih saja setelah menjarah langsung kabur, " ungkapnya.

Halaman
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar