Tolak Dilalui Truk Berukuran Besar, Warga Legok Blokade Jalan 

Minggu, 26 September 2021 10:04 WIB

Share
Aksi warga melakukan blokade jalan Raya Parung Panjang - Curug, Desa Cirarab Kecamatan Legok Kabupaten Tangerang lantaran banyaknya truk verukuran besar parkir sembarangan. (Foto:Ist)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah warga melakukan blokade dan bakar ban di jalan Raya Parung Panjang - Curug, Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, tepatnya di depan Pos Pantau Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Sabtu (25/9) malam.

Sempat terjadi ketegangan antara warga dengan sopir yang nekat melintasi  blokade tersebut. Beruntung kedua pihak  bisa saling menahan diri.

Aksi warga Legok tersebut menuntut agar truk tronton untuk mematuhi Perbup no 46 tahun 2018 tentang pembatasan operasional kendaraan berat di wilayah Kabupaten Tangerang.

Sakri, warga Legok mengatakan, kejadian aksi demo semalem diikuti oleh sekitar seratus warga yang geram dengan adanya parkir sembarangan truk tanah dan tronton di pinggir jalan. Karena kondisi tersebut menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.

Ia menceritakan, truk tronton setiap harinya stand by pada pukul 19.00 Sampai dengan pukul 20.00 WIB. Padahal secara aturan truk  tidak boleh berhenti sembarangan karena menggangu warga.

"Selain terjadinya kemacetan, berhentinya kendaraan di sembarangan tempat bisa memicu kecelakaan lalu lintas. Bahkan warga juga mempertanyakan diperbolehkannya kendaraan di siang hari oleh oknum,  walaupun tidak banyak jumlahnya namun ada saja yang sering lewat di siang hari," katanya, Minggu (26/9/2021).

Dia juga mempertanyakan tidak berfungsinya  dua portal yang di pasang dipertigaan Dasim yang mengarah ke jalan Pemda Tigaraksa Kabupaten Tangerang dan satu lagi portal yang mengarah ke Legok. Karena setiap hari portal tersebut tetap saja dibuka.

Padahal, jika portal tersebut difungsikan maka akan meminamilisir lewatnya truk tronton berukuran besar.

"Warga di sini berharap agar truk berukuran besar taat terhadap aturan yang sudah dibuat Bupati Tangerang. Tentunya pengawasan dari dinas perhubungan dan kepolisian harus ketat, agar warga tidak dirugikan," pungkasnya.


(Veronica Prasetio)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler