Diwarning Menko LBP, ini Alasan Bupati Lebak Program Vaksinasi di Wilayahnya Baru Capai 18 %, 

Jumat, 24 September 2021 16:23 WIB

Share
Salah satu suasana kegiatan vaksinasi warga di Kabupaten Lebak yang sepi peminat. (Foto:Yusuf Permana)

LEBAKPOSKOTA.CO.ID - Program vaksinasi Covid-19 kini terus digencarkan oleh pemerintah pusat maupun daerah.  Di Kabupaten Lebak sendiri capaian vaksinasinya baru mencapai 18 %.

Capaian itu masih sangat rendah. Padahal,  vaksinasi itu sendiri kini menjadi indikator untuk menentukan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di suatu daerah.

"Jadi  capaian vaksin kita (Kabupaten Lebak)  baru 18% ," kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya saat ditemui wartawan di Pendopo Pemkab Lebak,  Rangkasbitung,  Jum'at (24/9/2021).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan sendiri menyebutkan, untuk dapat menurunkan level daerah dari angka 3 ke 2, cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 50 persen. Sedangkan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 40 persen.

Kemudian, untuk menurunkan level 2 ke 1 cakupan vaksinasi dosis pertama harus mencapai 70 persen dan cakupan vaksinasi lansia harus mencapai 60 persen.

Ia pun meminta agar daerah yang berada di Level 2 untuk segera mencapai  target vaksinasi minimal 50 persen diawal bulan Oktober 2021 nanti,  jika tidak maka daerah itu akan dinaikan level nya menjadi level 3.

Ketika disinggung,  akan kah Lebak bisa mencapai target yang ditetapkan Menko Marves itu, dimana saat ini Kabupaten Lebak masih berada di level 2 PPKM,  Bupati Lebak mengaungkapkan, bahwa terdapat banyak  kendala dalam melakukan vaksinasi covid-19 di Bumi Multatuli itu. 

Mulai dari tenaga kesehatan (Nakes)  yang kurang,  topography daerah,  hingga kepercayaan warga Kabupaten  Lebak terhadap vaksinasi itu. 

"Ya boleh pencapaian target. Tapi kan kita terus lakukan ikhtiar maksimal. Tadi itu, pemerintah pusat tidak  tahu mengenai  kendala di setiap daerah. Padahal setiap derah memiliki kendalanya yang berbeda-beda, " kata Iti. 

"Kita sudah secara gamblang  menyampaikan kendala-kendala itu, seperti apa.  Karena,  kita juga yang tahu bagaimana kendala dan pendekatan yang seperti apa yang harus dilakukan, " tambah Bupati dua periode ini.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler