BP2MI Jemput 2 Pekerja Migran Indonesia yang Kabur dari Tempat Karantina Yordania  

Jumat, 24 September 2021 20:32 WIB

Share
Tenaga Kerja Indonesia.(ilustrasi)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) melakukan penjemputan terhadap dua Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kabur dari tempat karantina di Yordania dipulangkan.

Kepala BP2MI Benny Rhamdani mengatakan, kedua pekerja migran itu diberangkatkan secara ilegal untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi. 

"Kedua PMI ilegal itu bernama Siti Mulyasari dan Ummi. Mereka berasal dari Jawa Barat. Keduanya melalui jasa keberangkatan ilegal yang dijanjikan bekerja sebagai asisten rumah tangga di Arab Saudi," ujarnya, Jumat, (24/9/2021).

Menurut Benny, sebelumnya kedua orang pekerja migran ini dikabarkan melarikan diri dari tempat karantina di Yordania. 

"Mereka kabur karena mendapatkan perlakuan yang kurang baik serta tak kunjung diberangkatkan ke Arab Saudi. Bahkan, PMI bernama Ummi memaksa kabur saat kondisi tengah sakit," jelas dia. 

Keduanya kabur, menurut Benny, untuk mencari perlindungan di Kedutaan Besar RI (KBRI) di Yordania. 

Benny menjelaskan, pihaknya bakal terus perang melawan sindikat dan mafia penempatan pekerja migran  ilegal di Indonesia. Pasalnya, menurut Benny, saat ini anak-anak bangsa telah banyak diperjual belikan oleh para sindikat tersebut. 

"Tidak boleh anak-anak bangsa diperjualbelikan, sementara mereka para sindikat berpestapora mengambil keuntungan sebesar-besarnya. Saya katakan perang total melawan sindikat. Saya juga berjanji untuk memenjarakan pelaku dan semua kekayaan hasil dari kejahatan ini itu harus disita atas nama negara," jelasnya. 

Menurut Benny, saat ini sebanyak 300 pekerja migran ilegal yang masih tertahan di Yordania. Pihaknya hingga kini masih melakukan koordinasi ke negara tersebut untuk memulangkan ratusan PMI ilegal itu.

"Kami masih melakukan proses diplomasi politik antara-kedua negara untuk melakukan pemulangan terhadap ratusan pekerja imigran ilegal yang masih tertahan tersebut," tukasnya. 
(Muhammad Iqbal)

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler