Kasus Getok Senpi, Pernah Terlibat Narkoba, Pecatan Anggota DPRD dari PDIP ini Mengaku Beli Senjata dari Anggota PMJ 

Kamis, 23 September 2021 22:30 WIB

Share
Eva Emilia, anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang bersama Pabuadi, bekas pecatan anggota DPRD Kota Tangerang dari PDIP karena terlibat narkoba mengadakan jumpa pers menjelaskan insiden yang berujung pada laporan keduanya ke Polres Kota Tangerang.(Foto: M. Iqbal)

"Sudah 5 bulan belum sehbatang pun tertempel di rumah., Saya menanyakan hal itu pada bulan Juli. 

Saya menanyakan hal yang sama di bulan Agustus, terakhir di awal bulan September saya menanyakan kembali hal yang sama kenapa belum terpasang satu batang pun di rumah saya interior itu," jelasnya. 

Sampai akhirnya Eva mengaku melakukan pengecekan terhadap pekerja interior tersebut. 

"Saya tanya kalau sudah menerima 125 juta berapa lagi kebutuhannya agar terpasang potongan ini. Beliau jawab butuh dana 90 juta, sedangkan saya sudah bayar 225 juta. Tapi yang sampai kepada saudara pembuat furniture itu baru 125 juta. Bahkan beliau butuh 90 juta lagi agar terpasang," jelasnya.


 Selanjutnya, dirinya berniat menanyakan hal ini ke yang bersangkutan. Sampai akhirnya terjadi perselisihan. 

"Setelah saya jumpa dengan Jopi, dia bilang 175. Lalu saya ingin tau buktinya. Akhirnya perdebatan hingga berebutan HP tarik menarik, tangan saya terpelintir sampai saat ini pun sakit hingga sekarang," jelas Eva.

"Masuknya Pabuadi untuk melerai. Pabuadi teriak tolong lepaskan. Tapi Pabuadi dihadang oleh anak buah Jopi Amir ramai-ramai di TKP hingga Pabuadi meronta. Lalu terjadilah Baku hantam saat itu. Saat itu lah Pabuadi mengeluarkan pistol mainan yang dipukul secara reflek oleh Pabuadi sehingga mengenai wajah Jopi Amir yang sedang melintir tangan saya," tuntasnya.

Dari penelusuran, diketahui bahwa Pabuadi adalah bekas anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Tangerang dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) . Pabuadi, dipecat dari keanggotaan partai karena terlibat kasus narkoba. Surat pemecatan diteken oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri pada 4 Maret 2016.

(Muhammad Iqbal)

Halaman
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler