Kasus Getok Senpi, Pernah Terlibat Narkoba, Pecatan Anggota DPRD dari PDIP ini Mengaku Beli Senjata dari Anggota PMJ 

Kamis, 23 September 2021 22:30 WIB

Share
Eva Emilia, anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang bersama Pabuadi, bekas pecatan anggota DPRD Kota Tangerang dari PDIP karena terlibat narkoba mengadakan jumpa pers menjelaskan insiden yang berujung pada laporan keduanya ke Polres Kota Tangerang.(Foto: M. Iqbal)

Bahkan dirinya mengaku selalu membawa senjata tersebut saat mengantar Eva Emilia, anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang setiap ada kunjungan kerja. 

"Iya bawa. Saya kan anter Bu Eva ke mana-mana juga. Karena kan dia kungker (kunjungan kerja) kan keluar daerah, saya bawa itu kalo ke luar daerah aja dan posisinya ada di dalam tas," tuntasnya. 

Baku hantam

Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Eva Emilia  yang ikut terlibat dalam insiden tersebut mengaku permasalahan ini berawal dari sebuah perjanjian bisnis. Saat itu, Jopi Amir, membuat surat perjanjian untuk menjaminkan satu buah sertifikat tanah hak milik atas nama Muhammad Idup bin Inang. 

"Itu dengan waktu pengembalian 12 bulan plus kompensasi sebesar 300 juta saat perjanjian berakhir jadi saya semua menyanggupi. Yang dijaminkan kepada saya untuk mengeluarkan uang sebesar 1 miliar dengan kompensasi 300 juta," ujar politisi PDIP ini. 

Menurut Eva, angka tersebut diklaim Jopi untuk mengurus izin sebuah perumahan klaster. 

Selanjutnya, di tengah perjanjian, lanjut Eva, Jopi Amir pun menawarkan pemasangan interior. 

"Pemasangan interior dengan nilai 250 juta dengan estimasi waktu 3 bulan dari pembiayaan awal. Jadi kesepakatannya pembayaran pertama DP 30 persen, pembayaran kedua 30 persen , pembayaran ketiaga 30 persen, pelunasan 10 persen selesai pemasangan," jelasnya. 

Namun setelah pembayaran dilakukan hingga 90 persen, rupanya Jopi belum menyelesaikan perkerjaan interior tersebut. 

"Pembayaran saya sudah 90 persen dengan nilai 225 juta. Jadi sisanya 25 juta dan 10 persen sebagai garansi jika pemasangan interior sudah selesai. Karena waktunya itu 90 hari atau 3 bulan," ujarnya. 

Halaman
1 2 3 4
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler