Kebakaran Lapas Tangerang, Antasari Ungkap Jumlah Sipir dan Napi Tak Sebanding, Over Kapasitas Hingga Bahan Evaluasi Kemenkumham

Selasa, 14 September 2021 08:35 WIB

Share
Situasi di Lapas Pemuda Kelas 1 Tangerang usai dilanda kebakaran yang menewaskan lebih dari 40 orang. (Foto: M.Iqbal)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID-- Kebakaran Lapas Kelas I Tangerang hingga menewaskan 48 Napi mengundang keprihatinan banyak pihak.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Anzar turut menyoroti insiden tersebut.

Menurutnya, peristiwa terbakarnya Lapas di Kota Tangerang ini perlu menjadi bahan pelajaran atau evaluasi bagi Kemenkumham.

Dengan demikian agar tidak terulang kembali dan dilakukan perbaikan ke depannya.

“Karena kalau kita lihat saat ini ada perbandingan rasio yang jauh antara jumlah sipir dengan jumlah narapidana, sehingga lapas jadi sangat tidak ideal," ujar pria yang pernah ditahan di Lapas Kelas I Tangerang selama 6 tahun ini.

Dicontohkannya, ketidak sesuaian terlihat adanya 1 sipir berbanding dengan 50 orang narapidana.

"Apalagi saat ini kelebihnya Lapas Tangerang sudah 400 persen, itu artinya ada banyak yang tidak dapat terawasi. Maka ketika ada peristiwa kebakaran seperti kemarin, tentu akan sangat sulit untuk diatasi akibat keterbatasan sipir,” jelas alumnus Universitas Sriwijaya ini.

Berdasarkan pengalaman pribadi selama menjalani masa hukuman di Lapas Kelas I Tangerang, sambung Antasari, dirinya melihat rasio antara tenaga sipir dan penghuni jadi kian tidak sebanding. 

“Dulu tahun 2011 ketika saya di sana, penghuninya baru seribuan, setelah beberapa bulan saya keluar jadi 2000an, sekarang kabarnya sudah lebih dari itu. Jadi pasti semakin tidak proporsional rasionya,” kata Antasari kepada awak media.

Mantan Kasubdit Penyidikan Kejagung ini menyatakan, dulu ketika dirinya berada di dalam lapas, pernah ditunjuk sebagai kepala pengamanan dari unsur napi.

Halaman
1 2 3 4
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler