Ungkap Alasan Kenakan Pakaian Adat Khas Baduy, Jokowi: Terimakasih Jaro Saija

Senin, 16 Agustus 2021 16:05 WIB

Share
Presiden Joko Widodo mengenakan pakaian adat Baduy.

LEBAK, POSKOTA.CO.ID-- Penggunaan pakaian adat Baduy oleh Presiden RI Joko Widodo pada sidang tahunan MPR RI, Senin (16/8/2021), telah mengundang perhatian publik.

Banyak komentar yang mengapresiasi Jokowi karena telah menggunaan pakaian adat serba hitam, lengkap dengan telengkung atau kerap disebut blangkon berwarna biru dan tas Koja.

Hal itu karena, secara tidak langsung Jokowi memperkenalkan budaya Baduy kepada dunia luar.

Presiden RI ke-7 tersebut tampak lengkap mengenakan baju kutung berwarna hitam, telengkung berwarna biru dan tas koja.

Ia juga memadukan tampilan tersebut dengan sandal bertali yang unik.

Baju kutung sendiri merupakan baju berlengan panjang tanpa kerah atau yang biasa disebutjamang sangsang.

Sedangkan telengkung yang Jokowi pakai memang sangat khas dengan para lelaki Baduy, yang merupakan ikat kepala dari hasil tenun masyarakat Baduy.

Saat membacakan pidato kenegaraan, orang nomer satu itu mengungkapkan mengapa dirinya menggunakan pakaian adat Baduy, yang lengkap dengan telengkung  dan Tas Koja khas Baduy itu.

Dirinya mengaku kagum akan pakaian adat Baduy itu, karena selain nyaman dipakai. Pakaian ini juga filosofi kesederhaan.

"Busana yang saya gunakan ini adalah pakaian suku adat  Baduy. Saya suka, karena desainnya sederhana, simpel, dan juga nyaman dipakai," kata Jokowi saat membacarakan pidato kenegaraan di Komplek MPR/DPR RI Senayan, Jakarta, Senin (16/8/2021).

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler