Bisnis Lesu, Pengangguran Bertambah, Pengelola Mall Minta Pemerintah Cari Solusi

Minggu, 4 Juli 2021 13:42 WIB

Share
Suasana di sebuah mall saat penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali. (Foto:Istimewa)

DEPOK, POSKOTA.CO.ID - Terkait aturan PPKM Darurat yang mengharuskan pusat perbelanjaan seperti mall ditutup, pihak pengelolah mall di Kota Depok hanya bisa pasrah.

Pemberlakuan PPKM Darurat mulai dari 3 Juli hingga 18 hari ke depan dalam mengurangi mobilitas masyarakat membuat para pemilik malll menerima dengan pasrah.

Marketing Communicatio  Margocity Reza Ardiananda mengatakan pihaknya sepenuhnya mendukung upaya pemerintah demi memutus penyebaran virus Covid-19.

"Dari kami Margocity telah menutup operasional selama PPKM Darurat," ujarnya kepada wartawan saat dikonfirmasi, Minggu (4/7/2021) siang.

Sementara itu, Reza mengungkapkan penutupan operasional tidak diberlakukan bagi seluruh tenant. Meski demikian, ada beberapa tenant yang masuk dalam kategori essential tetap beroperasi.

"Essensial tetap buka dan tenant khusus seperti makan diberlakukan take away atau delivery selama dilakukan penutupan sementara," katanya.

Selain itu operasional costumer masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari melalui belanja online.

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat  Belanja Indonesia (APPBI) Kota Depok, Sutikno Pariyoto menambahkan pada dasarnya pihaknya mendukung kebijakan Pemkot Depok dalam mengatasi lonjakan kasus Covid-19 saat ini.

Namun juga tidak bisa dipungkiri bahwa pengetatan aturan yang diberlakukan sejak 3-20 Juli ini sangat berpengaruh pada sektor ritel dan usaha lain.

"Selama PPKM diterapkan pihaknya sebagai pelaku usaha di Kota Depok selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kita akan membantu pemerintah dalam  memutus mata rantai penyebaran virus ini,” tegasnya.

Pihaknya memahami kondisi yang terjadi. Tapi dia berharap Pemkot Depok dapat memperhatikan keberlangsungan dunia usaha juga dengan mencarikan solusinya. Karena mengakibatkan bisnis lesu, pengangguran bertambah. 

"Karena jika kondisi seperti ini terus berlangsung, maka akan berdampak kepada kelangsungan bisnis yang ada di Kota Depok," ujarnya. (Angga Pahlevi)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler