Temukan Cacing Pita, Petugas Sudin KPKP Jakarta Timur Buang 7 Kg Hati Sapi

Rabu, 21 Juli 2021 20:29 WIB

Share
Organ tubuh sapi yang tak layak dikonsumsi dan dipisahkan petugas. (Foto:Ifand)

PASAR REBO, POSKOTA.CO.ID- Petugas Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur mendapati organ hewan kurban tak layak konsumsi. 

Sebanyak 7 kilogram daging mengandung cacing pita ditemukan petugas dari hewan kurban pada Idul Adha 1442 Hijriah dari wilayah Kecamatan Pasar Rebo.

Anggota Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo, Zakiatun Muhammad mengatakan, temuan ini merupakan hasil pemeriksaan postmortem atau setelah kematian terhadap hewan kurban yang disembelih. 

"Dari hasil pemeriksaan ditemukan penyakit dari organnya. Kita temukan cacing hati, kurang lebih sekitar 7 kilogram yang diafkir (dimusnahkan). Itu hati sapi semua," katanya, Rabu (20/7/2021).

Temuan bagian organ hewan kurban itu dari tempat pemotongan hewan kurban Masjid Jami Al-Akhyar, Kelurahan Gedong. Pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap organ jantung, paru, hati, limpa, dan ginjal sebelum didistribusikan ke warga. 

"Tadi bagian hati yang ditemukan cacing itu sebelum dibuang kita pisahkan lalu kita siram cairan karbol agar tidak dikonsumsi warga," ujarnya.

Memang, Zakiatun menambahkan, tidak semua organ hati yang ditemukan adanya cacing dibuang atau dimusnahkan. Sebab, petugas Sudin KPKP Jakarta Timur lebih dulu melihat jumlah cacing hati pada satu organ. 

Bila jumlah cacing pada organ hati sedikit, maka hanya membuang bagian hati yang terjangkit cacing.

 "Kalau yang tadi sekitar 7 kilogram  karena jumlah cacing  pada organ hatinya sudah nyaris keseluruhan, jadi dibuang. Jadi kita minta panitia pemotongan tidak mendistribusikan ke warga," tuturnya.

Pemeriksaan postmortem hewan kurban yang dilakukan jajaran Satpel KPKP Kecamatan Pasar Rebo ini mendapat sambutan baik dari panitia pemotongan hewan kurban di Masjid Jami Al-Akhyar. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler