47 Nakes Gugur Terpapar Covid-19, Dinkes Banten Mau Rekrut Mahasiswa Kesehatan 

Selasa, 20 Juli 2021 09:54 WIB

Share
Kepala Dinas Kesehatan Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti (foto Luthfillah)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Setidaknya ada 600 Tenaga Kesehatan (Nakes) di masing-masing wilayah di Provinsi Banten terpapar virus Covid-19 dengan gejala ringan dan sedang melakukan Isolasi Mandiri (Isoman).

Kepala Dinas Kesehatan Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, selain ratusan Nakes yang menjalani Isoman, tercatat sebanyak 7 Nakes yang berdomisili di Banten yang tumbang alias meninggal dunia karena ikut terpapar virus Covid-19.

"Mereka ini yang mempunyai KTP Banten. Karena ada juga Nakes yang di Banten yang berasal dari luar Banten," ujarnya, Senin (19/7/2021) kemarin.

Sedangkan untuk pasien yang meninggal saat Isoman, tambahnya, sampai hari kemarin sudah mencapai 47 orang dari angka semula 36 orang.

"Mereka Isoman karena awalnya hanya gejala ringan, namun kemudian secara tiba-tiba kondisinya drop sehingga meninggal dunia," ucapnya.

Diakui Ati, kadangkala virus Covid-19 ini berbahayanya dari gejala ringan ke sedang bisa terjadi secara tiba-tiba dan tidak bisa terprediksi. 

"Makanya disinilah kita semua harus melakukan pemantauan secara intens," ucapnya.

Ati berpesan kepada pasien yang sedang menjalankan Isoman agar selalu melakukan konsultasi ke klinik terdekat dan selalu melaporkan perkembangannya kepada Nakes di tingkat Puskesmas yang menangani.

"Kami sudah meminta seluruh klinik yang ada untuk menjadi konsultan para Isoman, gratis," pungkasnya.

Ati mengungkapkan, selain para Nakes yang banyak berguguran, ratusan relawan kesehatan juga banyak yang mengundurkan diri karena sudah tidak kuat dengan beban kerja yang diemban.

"Sekarang kami sedang kekurangan para relawan tenaga kesehatan," imbuhnya.

Hal itu, dijelaskan Ati, sudah ia sampaikan kepada pemerintah pusat, dan rencananya akan dikordinasikan juga dengan Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dikti) agar bisa bersama-sama membantu persoalan ini.

"Direncanakan para mahasiswa kesehatan semester akhir dan yang baru lulus akan ikut diperbantukan dalam penanganan pasien Covid-19," tutupnya.
(Kontributor Banten/Luthfillah)

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler