Selama PPKM Darurat Tak Boleh Ibadah di Masjid, MUI Kota Tangerang: Wajib Ikhtiar 

Jumat, 2 Juli 2021 21:01 WIB

Share
Gedung MUI Kota Tangerang. (Foto:Muhammad Iqbal)

TANGERANG, POSKOTA.CO.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang menyebut PPKM Darurat yang diberlakukan oleh Pemerintah Pusat merupakan bentuk ikhtiar. 

Diketahui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengeluarkan Intruksi Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali pada Jumat (2/7/2021).

Instruksi tersebut dibuat menindaklanjuti keputusan pemerintah untuk menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali dalam rangka mengendalikan penularan Covid-19.

Salah satu instruksinya yakni menutup sementara rumah ibadah selama kebijakan itu berlangsung mulai 3 hingga 20 Juli mendatang. Artinya segala bentuk kegiatan keagamaan di rumah ibadah ditiadakan dulu sementara. 

Menanggapi hal tersebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang menilai kebijakan ini merupakan bentuk ikhtiar pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

"Kita MUI, secara intern menyampaikan, upaya ikhtiar pemerintah memang sudah sangat bagus, dari pada nggak dilakukan PPKM ini akan semakin menyebar ke mana-mana hingga dampaknya kepada kematian manusia," ujar Sekretaris Umum MUI Kota Tangerang, Amin Munawar, Jumat, (2/7/2021).

Menurut dia, agama mengajarkan kebaikan untuk sesama. Amin beserta pemuka agama Islam sepakat dengan penerapan kebijakan tersebut. Apalagi saat ini, Kota Tangerang berstatus zona merah penyebaran Covid-19.

"Boleh (PPKM) jangan kau ceburkan dan hancurkan dirimu ke dalam sebuah kehancuran. Kita wajib ikhtiar," katanya. 

Dia mengatakan beribadah tak melulu harus dilakukan masjid atau rumah ibadah. Namun dapat dilakukan dimana saja. Apalagi, saat pandemi Covid-19. Memang tak mengharuskan umat muslim beribadah di masjid atau musala. Dari pada menyebarkan virus tersebut lebih baik menjalankan ibadah di rumah saja. 

"Tetap wajib, hanya saja beribadah dengan kondisi tertentu ya harus dijaga (protokol kesehatan) kalo Covid-19 harus menjauhkan diri, sosial distancing," katanya. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler