Omset Anjlok Hingga 80%, Pedagang Sayur dan Buah-buahan di Rangkasbitung Siap-siap Tutup Lapak 

Jumat, 16 Juli 2021 19:44 WIB

Share
Seorang pedagang sayuran di pasar Rangkasbitung saat melayani pembeli. (Foto: Yusuf Permana)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID -  Para pedagang sayur dan buah-buahan di Pasar Rangkasbitung, Lebak mengeluhkan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan (PPKM) Darurat Jawa-Bali yang telah berlangsung selama 14 hari sejak 3 Juli 2021 lalu. 

Pasalnya, sejak PPKM Darurat diterapkan, pendapatan mereka anjlok hingga 80 persen lebih.

Mety, salah satu pedagang sayur di pasar Rangkasbitung mengaku hanya bisa mendapatkan omset sebesar Rp 3 juta perharinya. Di hari biasanya bisa mencapai Rp10 juta lebih. Bahkan, ia mengaku hampir kolaps atau bangkrut dengan kondisi seperti saat ini.

"Anjlok parah bang,” kata Mety saat ditemui Poskota.co.id di Pasar Rangkasbitung, Jum'at (16/7/2021).

Selain  jam operasional yang dibatasi dengan hanya diperbolehkan berjualan hingga pukul 15.00 WIB, pembatasan jumlah pengunjung juga berpengaruh kepada omset jualannya.

"Ya siapa yang mau beli, kalau jalannya ditutup. Terus jam jualannya dibatasi. Belum lagi kan harga harga juga pada naik. Kalau kaya gini aja, bisa bangkrut kita," katanya.

Hal serupa dirasakan Ujang, penjual buah-buahan. Dengan kondisi tersebut, dirinya telah berencana untuk menutup lapaknya sementara waktu. Ujang khawatir jika buah-buahannya akan membusuk sebelum laku dibeli.

"Daripada rugi lebih besar, mending tutup dulu," tandasnya.
 


Ujang berharap, pemerintah dapat memperhatikan dirinya dan para pedagang kecil lainnya yang terdampak dari kebijakan tersebut. 

"Semoga PPKM Darurat ini enggak diperpanjang. Udah cukup rugi kita," pungkasnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler