Melanggar PPKM, Penjual Nasi  Uduk 'Legend' di Lebak Kena Denda 400 Ribu 

Jumat, 16 Juli 2021 15:41 WIB

Share
Penjual nasi uduk 'Legend' berfoto bersama Satgas Covid-19 usai menjalani sidang Tipiring pelanggaran PPKM Darurat.(Foto: Yusuf Permana)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID - Komariah (60), seorang penjual nasi uduk di Kampung Rumbut, Desa Kaduagung Barat, Kecamatan Cibadak pasrah ketika divonis  hakim bersalah dalam sidang tindak pidana ringan (Tipiring) di Stasiun Rangkasbitung, Jum'at(16/7/2021).

Sidang itu memutuskan bahwa Komariah harus membayar denda sebanyak Rp.400.000, lantaran telah melanggar ketentuan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kabupaten Lebak. 

Disebut dalam sidang, Komariah masih menyediakan layanan makan di tempat dan tidak mengikuti aturan pembatasan jam operasional malam.

Komariah sendiri diketahui merupakan penjual nasi uduk yang kerap disebut warung 'Ma Engkom' yang merupakan warung uduk 'legend' yang telah berjualan sejak 20 tahun lalu.

"Ya, yang bersangkutan berdasarkan hasil sidang oleh Pengadilan Negeri Rangkasbitung telah terbukti melanggar PPKM Darurat dan dijatuhi sanksi denda senilai Rp 400.000," kata Kasi Operasi dan Pengendalian pada Dinas Satpol PP dan Damkar Lebak Anna Wahyudin kepada Pokota.co.id di Stasiun Rangkasbitung.

Anna menuturkan, uduk 'Ma Engkom' itu sendiri telah kepergok sebanyak dua kali oleh Tim Satgas Covid-19 Lebak saat masih buka  dan melayani pembeli untuk makan di tempat beberapa hari yang lalu. 

Padahal, dalam ketentuan PPKM Darurat, para pemilik usaha dilarang untuk melayani pembeli makan di tempat dan diharuskan tutup pada pukul 20.00 WIB.

"Yang pertama kita berikan teguran dan sosialisasi. Namun saat operasi yang kedua, uduk ini masih saja buka. Maka kami tindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tuturnya.

Ia menjelaskan, yang bersangkutan diwajibkan membayar denda tersebut dengan langsung mentransfernya ke kas rekening daerah yang telah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak.

"Kita tidak menerima tunai. Setelah itu, pelanggar bisa menunjukan bukti transaksinya dan baru akan kita berikan KTP yang sebelumnya petugas sita," jelasnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler