Vaksin Gotong Royong Berbayar, YLKI: Nggak Etis dan Bikin Bingung 

Minggu, 11 Juli 2021 20:08 WIB

Share
Tulus Abadi. (Foto: Rizal Siregar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Vaksin Gotong Royong berbayar dan dijual di apotik-apotik tertentu menuai protes banyak kalangan. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) ikut bersuara. 

"Vaksin berbayar itu tidak etis, di tengah pandemi yang sedang mengganas. Vaksin berbayar harus ditolak," kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, Minggu (11/7/2021) malam.

Menurutnya, kebijakan tersebut bisa jadi  membuat masyarakat malas untuk melakukan vaksinasi. 

"Yang digratisan saja masih banyak yang malas, apalagi vaksin berbayar," cetusnya. 

Selain itu, vaksin berbayar itu bisa membingungkan masyarakat. 

"Mengapa ada vaksin berbayar, dan ada vaksin gratis. Dari sisi komunikasi publik sangat jelek," katanya.

Tulus mengatakan, vaksin berbayar juga bisa menimbulkan distrust pada masyarakat.

"Yang berbayar nanti dianggap kualitasnya lebih baik dan yang gratis lebih buruk," tambahnya.

Di banyak negara, lanjutnya, justru masyarakat yang mau divaksinasi Covid-19, diberikan hadiah oleh pemerintahnya. Ini dengan maksud agar makin banyak warga negaranya yang mau divaksin. Bukan malah disuruh membayar. 


"YLKI mendesak agar VGR berbayar untuk kategori individu dibatalkan. Kembalikan pada kebijakan semula. Yang membayar adalah pihak perusahaan, bukan individual," tutupnya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler