Tak Dapat Uang Insentif Selama 16 Bulan, Tim Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di RSUD Ciereng Mogok Kerja

Minggu, 11 Juli 2021 16:09 WIB

Share
Guspari Gaus. (Foto: Rizal Siregar)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 di RSUD Ciereng, Kabupaten Subang, Jawa Barat  mogok kerja. Alasannya mereka tak kunjung mendapatkan uang  insentif selama 16 bulan yang menjadi hak mereka. 

Menyikapi hal tersebut anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus menyatakan prihatin dan mendesak pemkab Subang untuk segera membayarkan uang isentif bagi tenaga pemulasaraan yang sudah menjadi hak mereka.  Pemkab Subang harus dapat mencegah terjadinya pemogokan ini. 

Dapat dibayangkan, lanjutnya, para tenaga pemulasaraan yang telah bekerja mengurus pemakaman jenazah Covid-19 dimana mereka sangat rawan terpapar Covi-19.

Guspatdi mengatakan, mereka bernafas di balik masker dan mengenakan pakaian hazmat selama berjam-jam. Beban tugas yang berat tentu bisa membuat imunitas turun. 

"Tenaga pemulasaraan jenazah Covid-19, sama berisikonya dengan tenaga medis karena taruhannya nyawa. Walau sudah bekerja berbulan-bulan dengan risiko tertular, isentif untuk belasan tenaga pemulasaraan Covid-19 belum juga dibayarkan. Ini kan memiriskan," ujar Guspardi Minggu (11/7/2021). 

Anggota Komisi II DPR RI ini pun meminta kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) supaya bertindak cepat, mengingatkan dan memberikan teguran kepada kepala daerah yang belum membayarkan insentif untuk tenaga pemulsaraan.

Teguran serupa juga penting diberikan kepada kepala daerah yang juga belum merealisasikan insentif bagi tenaga kesehatan (Nakes) di beberapa daerah di Indonesia. 

Dengan lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi hampir seluruh tanah air pada akhir-akhir ini, menuntut perhatian serius dan kerja keras dari semua pihak. 

Ia menambahkan, insentif yang diberikan merupakan apresiasi terhadap kerja keras mereka. Agar insentif untuk mereka tidak ditunda-tunda dan terlambat pencairannya. 

"Ini juga menjaga semangat rekan-rekan tenaga pemulasaraan yang juga bagian dari garda terdepan dalam penanganan wabah Covid-19," katanya.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler