Ditolak 8 Rumah Sakit, Dirawat Mandiri Dalam Kondisi Koma, Warga Kota Tangerang Meninggal 

Minggu, 11 Juli 2021 16:28 WIB

Share
Keluarga Marsiti saat dikunjungi di kediamannya. (Foto: M. Iqbal)

"Iya benar ada 6 bahkan hari ini juga masih banyak pengaduan ke saya kalau mereka tidak bisa mendapat penanganan medis," jelasnya.

Seharusnya, lanjutnya, Pemerintah Kota Tangerang tidak menerlantaran masyarakat dengan sakit non Covid untuk mendapat penanganan medis.

"Apapun yang hari ini gejolak Covid-19 yang begitu dahsyat di Tangerang, konsentrasi pemerintah ini juga harus terbagi," kata dia.

Dia menjelaskan dengan jumlah penduduk dua juta lebih orang yang dalam kondisi kesulitan ekonomi kesulitan hal - hal lain dalam kebutuhan sehari-hari banyak yang berefek mental sehingga menyebabkan jatuh sakit.

"Nah saya berharap konsentrasinya dibagi. Jangan sampai ada pasien yang terlantar apalagi kondisinya kegawatdaruratan," singkatnya.

Dia menambahkan saat ini masyarakat Kota Tangerang tengah resah dengan kejadian ini.

"Bahkan kemarin saya sempat membawa pasien ke 12 rumah sakit. Tidak ada yang mau menerima. Sampai akhirnya saya bawa ke RSUD yang ada di Kabupaten Tangerang. Di situ sempat mendapat penanganan tapi akhirnya meninggal karena terlambat," jelasnya.

Atas kejadian ini, lanjut Saiful, seharusnya Pemkot Tangerang membuat solusi untuk menangani pasien umum.

"Harusnya sekolah sekolah yang sedang tidak beraktivitas saja dijadikan RIT. Jadi rumah sakit bisa bekerja dengan maksimal dalam melakukan penanganan medis," jelasnya.

Saiful menambahkan dengan latar belakang orang yang mengerti kesehatan seharusnya Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah dapat memahami persoalan ini.

Halaman
1 2 3 4
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler