Waduh, Warga Lebak Sengaja Bikin Puluhan Makam Fiktif di Sajira

Minggu, 23 Mei 2021 21:56 WIB

Share
Makam fiktif di Kecamatan Sajira (Yusuf)

LEBAK, POSKOTA.CO.ID-- Masyarakat Kabupaten Lebak, khususnya Kecamatan Sajira dihebohkan dengan keberadaan puluhan makam megah berukuran tidak biasa. 

Puluhan makam tersebut berada di Kampung Malegor, Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira. Makam tersebut memiliki ukuran yang bervariatif, ada yang memiliki ukuran panjang 2 meter, bahkan 3 meter lebih. Makam itu dikatakan fiktif, karena kosong atau tidak ada jenazah yang dikuburkan pada makam tersebut.

Informasi yang dihimpun, makam tersebut dibuat oleh Anang, warga sekitar. Makam itu disebut-sebut oleh Anang sebagai tempat peristirahatan terakhir atau makam petilasan para Wali Islam, seperti Syeh Syaidina Ali, Syeh Maulana Hasanudin, Prabu Siliwangi, Kian Santang, Syeh Surya, Syeh Ahmad, Syeh Mujakir dan Syeh Abdul Qodir Zaelani dan lain-lain.  

Dikonfirmasi Pos Kota, Kanit Intelkam Polsek Sajira Bripka Edi Handoko membenarkan keberadaan puluhan makam fiktif itu. Jatanya, pihaknya bersama dengan Muspika Desa Sukamarga, Kecamatan Sajira sudah melakukan koordinasi terkait makam itu.

 

"Ya benar, kita juga sudah lakukan koordinasi dan monitoring terkait makam fiktif itu," kata Adi saat dihubungi Pos Kota melalui telepon selulernya, Minggu (23/5/2021).

Dikatakanya, total jumlah makam fiktif itu sebanyak 34 makam, yang terdiri dari 12 makam yang sudah dalam keadaan jadi, dan 22 makam yang belum jadi.

"Alasan dari Anang itu sendiri membangun makam itu  agar para pejiarah cukup berziarah di Makam tersebur,  karena pada makam itu diasumsikan  sebagai malam para wali wali allah sehingga tidak usah jauh jauh untuk berziarah," kata Adi.

Ia menuturkan, hasil dari koordinasi dengan unsur Muspika sendiri adalah untuk pembongkaran makam fiktif itu. Unsur Muspika setuju bahwa makam tersebut harus segera dibongkar. 

"Keputusan Tokoh Agama, Ketua MUI, dan tokoh pemuda sepakat bahwa makam tersebut di bongkar karena tidak sesuai dengan akidah dan syariat islam," pungkasnya. (Yusuf Permana/Yy)
 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler