Masyarakat Baduy Menolak Wilayahnya Dijadikan Objek Wisata 

Minggu, 23 Mei 2021 07:42 WIB

Share
Suasana prosesi Seba Gede Baduy (foto Luthfi)

"Namun sayangnya Perdes ini belum tersosialisasikan secara maksimal, sehingga masyarakat yang datang ke Baduy lebih banyak ingin berwisata," ujarnya.

 

Dalam Perdes itu, lanjut Jaro, masyarakat luar dipersilahkan datang ke Baduy, namun bukan dalam rangka berwisata, tetapi lebih kepada Saba atau dalam kata lain silaturahmi.

"Kalau berwisata kami tidak mau, tetapi kalau mau nyaba, tiga hari sekali juga kami siap. Di rumah warga yang manapun mau menginapnya kami siap," ucapnya. 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Dindikbud Banten M. Tabrani menyambut baik permintaan masyarakat Baduy tersebut. 

Pihaknya juga sepakat ada perubahan kata wisata budaya Baduy dengan Saba budaya Baduy. Karena memang masyarakat Baduy bukan menjadi objek yang harus ditonton dan dilihat. 

 

"Saya kira kalau itu baik bisa kita sepakati, mudah-mudahan Kabid Kebudayaan nanti bisa mensosialisasikan, apalagi Perdesnya sudah ada, tinggal disosialisasikan. Nanti kami bantu mensosialisasikan," ujarnya.

Tabrani berharap dengan disosialisasikannya Perdes ini, setiap orang datang ke Baduy mereka tidak menjadikan masyarakat Baduy sebagai tontonan yang dilihat, tetapi mereka bisa melakukan apa yang seharusnya dilakukan bersama masyarakat Baduy di sana.

"Misalnya ketika mereka nyaba, harus menjaga lingkungan, jangan buang sampah sembarangan. Menjaga apa yang diaturkan disana, jangan membuat kotor, memotong tumbuhan dan lain sebagainya," jelasnya.

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler