Dua Kali Seba Tak Ditemui Gubernur Banten, Suku Baduy Kecewa 

Minggu, 23 Mei 2021 08:08 WIB

Share
Kepala Dindikbud Banten (berbaju putih) mewakili Gubernur Banten menemui masyarakat Baduy. (foto Luthfi)

Menurut Jaro, yang namanya silaturahmi Seba setahun sekali itu seharusnya ketemu langsung, bertatap muka, saling berterimakasih, memberikan sesuatu, menyambung persaudaraan dan memperpanjang kekeluargaan.

"Pateupung lawung, paamprok jongok. Nitip kaasih, nereun kadeudeuh, nyambungkeun paduduluran manjangkeung babarayaan," katanya dalam bahasa Sunda.

Tapi jika diwakilkan seperti ini, tambahnya, ada sedikit Kekurangan, karena dirinya tidak bertemu langsung dengan orang yang dituju yakni Gubernur Banten.

"Anu dijugjugna Bapak Gede, datangna anu ngawakilan tapi teu masalah, yang penting lanjut dari tahun ke tahun (yang dituju Bapak Gede atau Gubernur Banten, tapi yang datangnya perwakilan. Tapi tidak masalah yang penting lanjut dari tahun ke tahun)," ucapnya.

 

Jaro mengakui, masalah ada tidaknya Gubernur pada saat Seba tidak menjadi persoalan, karena dulu sewaktu masih nginduk ke Jawa Barat juga gubernur tidak pernah datang, tapi Seba tetap berjalan.

"Seba tetap disini, tidak ada masalah. Seba jalan terus. Tetapi ketika gubernur masih menjabat, seharusnya mah Gubernur yang datang menyambut kami. Tapi ga papa, ga masalah," ungkapnya.

Pada Seba tahun ini, Jaro meminta kepada pemerintah agar memperhatikan kelestarian alam lingkungan sekitar.

Di Banten ada gunung Karang, Pulosari, asupan, raja berkat, ujung kulon, sengen Sirah, panaitan, honje, itu perlu dilestarikan. 

 

Halaman
1 2 3 4
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler