Dua Kali Seba Tak Ditemui Gubernur Banten, Suku Baduy Kecewa 

Minggu, 23 Mei 2021 08:08 WIB

Share
Kepala Dindikbud Banten (berbaju putih) mewakili Gubernur Banten menemui masyarakat Baduy. (foto Luthfi)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Kepatuhan, kejujuran dan renda hati masyarakat Baduy tak perlu lagi diragukan.

Hal itu bisa dirasakan oleh setiap orang yang berkunjung ke pemukiman warga Baduy, di desa Kanekes, Lebak, Banten.

Meskipun baru pertama kali datang ke Baduy, namun sifat-sifat di atas secara alamiah akan kita rasakan ketika mulai berinteraksi dengan warga Baduy, apalagi sampai bermalam di perkampungan Baduy dalam.

Selain keramahan yang kita dapat, ada 'bonus' yang akan kita rasakan yang tidak akan pernah didapat di tengah hiruk-pikuk kesibukan aktivitas kita sehari-hari di tengah kota.

 

Masyarakat Baduy juga merupakan yang paling konsisten memegang teguh adat istiadat yang telah diwariskan oleh leluhur mereka puluhan tahun silam. 

Salah satu warisan leluhur yang sampai sekarang masih terus dijalankan oleh mereka salah satunya adalah melaksanakan Seba Gede ke pemerintah Kabupaten Lebak, Pandeglang, Serang dan Pemerintahan Provinsi Banten.

Seba Baduy merupakan salah satu tradisi menyerahkan hasil bumi yang mereka dapat kepada pemerintah yang sah secara hukum positif.

Hasil bumi seperti padi, gula aren, pisang, sayuran, dan palawija akan dibawa dengan berjalan kaki sejauh ratusan kilometer dari Baduy sampai ke Pemkab Lebak, Pandeglang, Serang dan terakhir ke Pempov Banten.

 

Halaman
1 2 3 4
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler