Ormas Pemuda Pancasila Ultimatum Junimart Girsang 3 x 24 Jam untuk Minta Maaf, Kalau Tidak, ini Konsekwensinya!  

Jumat, 26 November 2021 11:03 WIB

Share
Ormas Pemuda Pancasila menuntut politisi PDIP, Junimart Girsang untuk meminta maaf dalam waktu 3 x 24 jam atas pernyataannya yang menyinggung.(tangkapan layar video aksi PP)

BANTEN, POSKOTA.CO.ID - Anggota DPR RI, Junimart Girsang diultimatum untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik atas pernyataannya yang memojokkan ormas Pemuda Pancasila.

Bila dalam waktu 3 x 24 jam, permintaan tersebut dikabulkan, Ormas PP akan kembali menggeruduk gedung DPR.

Sekretaris Jenderal Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila Arif Rahman meminta Junimart datang ke Sekretariat Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila di Pejaten Barat, Jakarta Selatan. 

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu diajak berdialog dan sekaligus meminta maaf kepada ormas PP atas pernyataan yang dilontarkannya beberapa waktu lalu.

"Kepada kami yang notabene merasa tersinggung dengan statement beliau," kata Arif.

"Jika Junimart Girsang dalam waktu 3 x 24 jam tidak melakukan permintaan maaf secara terbuka, maka kami akan tetap melaksanakan aksi damai kami," kata Arif saat konferensi pers di Restoran Pulau Dua, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (25/11/2021).

Saat aksi demo terhadap Junimart Girsang pada Kamis (25/11/2021) kemarin, belasan massa Pemuda Pancasila ditangkap polisi. Pemicunya setelah mengeroyok Kepala Bagian Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Dermawan Karosekali.

"Kepala bagian belakangnya mengalami luka robek dan pendarahan yang cukup besar dan harus mendapat beberapa jahitan," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar E. Zulpan di gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis, 25 November 2021.

Sebelum insiden kekerasan itu terjadi, massa Pemuda Pancasila berunjuk rasa menuntut bertemu langsung dengan Junimart Girsang. Mereka tidak terima dengan pernyataan anggota fraksi PDIP itu yang mendesak Kementerian Dalam Negeri menertibkan ormas yang kerap meresahkan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini mengeluarkan pernyataan itu untuk merespons bentrokan antarormas Forum Betawi Rempug (FBR) dengan Pemuda Pancasila yang terjadi di Ciledug, Kabupaten Tangerang. Sebelumnya juga terjadi bentrokan serupa antara FBR vs PP di Jakarta Barat.

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler