KPK Curiga, Balap Mobil Listrik Formula E di Jakarta Kok Lebih Mahal dari Kota Negara Lain, Ada Apa? 

Kamis, 25 November 2021 20:38 WIB

Share
Mahasiswa demo Formula E sambil menutup setengah jalan di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta.(Foto: Deny)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera melacak aliran dana yang telah dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggelar ajang balap mobil listrik Formula E.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata menjelaskan, pelacakan aliran dana itu guna mendalami apakah dana-dana yang dikeluarkan benar diterima oleh pihak yang berwenang atau tidak.

"Alasan  kenapa Pemprov DKI membayar sekian-sekian dan transfernya ke mana, apakah ke pihak pihak yang betul betul punya kewenangan, ya misalnya pemilik hak atas formula E dan seterusnya," tegas Alex di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021).

Ia juga menjelaskan, saat ini penyidik juga tengah menelaah mengenai commitment fee penyelenggaraan Formula E di Jakarta ternyata lebih mahal ketimbang pelaksanaan di negara lain.

Penyidik, lanjut  Alex, menduga tingginya biaya itu lantaran Jakarta belum pernah menggelar ajang serupa dan belum dikenal luas oleh publik internasional.

“Kenapa harus membayar lebih dibanding kota-kota yang lain. Negara lain mungkin dianggap sudah populer, sudah bisa menarik wisatawan untuk menyaksikan Formula E dan seterusnya,” kata dia.

Peningkatan daya pemasaran ke wisatawan negara negara lain juga menjadi dugaan penyidik kenapa Pemprov DKI mesti mengeluarkan biaya yang lebih tinggi.

"Ini kan masih dalam proses penyelidikan, kami juga masih belum mendapatkan perkembangan sejauh mana proses penyelidikan itu dilakukan oleh teman-teman lidik. Tentu saja, informasi-informasi itu yang nanti akan didalami oleh penyelidik," pungkasnya.

(Fahmi Ramadhan)

 

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler