Dewan Pengupahan Dinilai Tak Becus, Aksi Buruh Tuntut Kenaikan Upah Berujung Ricuh

Rabu, 24 November 2021 17:09 WIB

Share
Aksi buruh di Banten berakhir ricuh antara serikat buruh dengan Dewan Pengupahan. (Foto: Luthfillah) 

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Ratusan buruh yang melakukan aksi kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) di KP3B diwarnai aksi ricuh. 

Keributan terjadi antara dewan pengupahan provinsi dengan puluhan serikat buruh. 

Kericuhan itu disebabkan oleh sikap dewan pengupahan yang dianggap tidak mampu memenuhi apa yang menjadi tuntutan dari serikat buruh. 

"Kami sudah jauh-jauh ke sini, mau meminta kepastian kenaikan UMK sekarang juga!" teriak anggota dewan pengupahan Kabupaten Serang, Oji, dalam orasinya. 

Oji menilai, dewan pengupahan provinsi terkesan bertele-tele dan diduga ikut bermain dalam proses penetapan UMK ini. 

Hal itu terlihat dari pernyataannya yang mengaku menolak penetapan UMK versi Apindo. Tapi dirinya ternyata sudah menandatangani berita acara rapat pleno yang dilakukan sejak pagi tadi. 

"Itu berita acara apa maksudnya? Kalau memang menolak kenapa harus ada berita acara," pungkasnya. 

Oji melanjutkan, jangan sampai apa yang dituangkan dalam berita acara itu kemudian menjadi dasar untuk penetapan UMK, kemudian sampai ke meja gubernur. 

"Pokoknya kami sudah sepakat hari ini juga rekomendasi kenaikan UMK itu harus dikeluarkan, ga mau menunggu nanti-nanti," ucapnya. 

Mendengar pernyataan Oji demikian, ratusan masa aksi buruh pun bersorak dan meneriaki anggota dewan pengupahan provinsi dan menyuruhnya untuk segera turun. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler