Sedih, Gara-gara UU Cipta Kerja, Gubernur Anies Baswedan Putuskan Kenaikan Upah Buruh Cuma 37.700 Perak 

Senin, 22 November 2021 18:35 WIB

Share
Abdul Jamil, buruh bagian operator Handling PT. Gema Nawaragha di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Utara.(Foto: Cahyono)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Buruh yang bekerja di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung, Jakarta Utara mengaku miris mendengar kabar nominal Kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI.

Pasalnya, Pemprov DKI Jakarta telah mengumumkan kenaikan UMP tahun 2022 sebesar Rp37.700.

Sebagian buruh di KBN Cakung itupun merespon negatif besaran kenaikan UMP DKI Jakarta.

Seperti Abdul Jamil, buruh di bagian operator Handling PT. Gema Nawaragha Sejati tersebut mengaku sedih mendengarnya.

"Saya sebagai buruh cukup sedih ya. Apalagi kenaikannya hanya 1 persen, tidak cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari ya," ujar Abdul saat ditemui di lokasi, Senin (22/11/2021).

Bahkan menurutnya, yang lebih menyedihkan, banyak buruh yang telah bekerja belasan tahun namun gajinya masih di bawah UMP.

"Di Kawasan Berikat Nusantara ini masih banyak yang tidak sesuai UMP," pungkasnya.

Abdul berharap, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Joko Widodo lebih serius memperhatikan nasib buruh.

"Mohon pak Gubernur pak Presiden perhatikanlah kami sebagai buruh yang menopang para pengusaha di Jakarta dan Indonesia ini," pungkasnya.

Sementara buruh lainnya, Ade Waryanto mengatakan, dengan kenaikan UMP yang telah ditetapkan oleh Pemprov DKI tidak cukup memenuhi kebutuhan hidup layak.

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler