Gurunya Lagi Kencing Berdiri di Balik Pohon Besar, Wahidin Halim Kecil Ikut-ikutan, Didamprat Sampai Nangis 

Minggu, 21 November 2021 16:05 WIB

Share
Sempat dimarahin guru karena kencing di balik pohon jadi pemicu Gubernur WH Bangun USB dengan puluhan fasilitas toilet.(ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Di balik ambisinya membangun Unit Sekolah Baru (USB)  dengan segala fasilitasnya yang baik, terselip kisah unik yang sampai sekarang masih membekas dan memotivasi. 

Adalah Gubernur Banten Wahidin Halim (WH). Dia menceritakan kisah sulit di masa kecilnya ketika masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), 60 tahun silam. 

Tempat WH kecil sekolah kala itu minim akan sarana dan prasarana. Jangankan toilet, untuk bisa belajar nyaman di kelas saja sepertinya susah didapat. Sebab, ketika hujan turun, suasana belajar sudah tidak kondusif lagi karena atap pada bocor. 

Termasuk Sarpras Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) yang tidak pernah ada sampai WH lulus SD kala itu. Baik untuk guru maupun murid.

Sebagai penggantinya, untuk tempat buang air kecil para guru biasanya ngumpet di balik pohon besar yang berdekatan dengan sekolah. Sedangkan bagi siswa, tidak ditentukan di mana saja. 

Suatu hari, WH kecil tak kuat menahan hasrat ingin pipisnya. Tak berpikir lama, karena sudah kebelet, ia pun lari ke pohon besar tempat biasa guru buang air kecil. 

Sedang enak-enaknya buang air kecil, dari sebelah terdengar suara kencang memarahinya. Rupanya itu suara dari salah satu gurunya yang juga sedang buang air kecil. 

"Beliau memarahi saya, karena mungkin kecipratan. Tidak hanya memarahi, bahkan sampai memukul sehingga waktu itu saya pulang dalam kondisi nangis," cerita WH.


Niat hati ingin mengadu kepada ibunda Siti Rohana di rumah. Namun yang terjadi justru sebaliknya. WH kembali mendapat makian dari sang bunda. 

"Kamu ngapain buang air di situ, kan udah tau itu tempat guru. Kenapa tidak cari tempat lain," ucap WH menirukan kata-kata ibunya yang masih ia ingat. 

Halaman
1 2 3
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler