Bentuk Tim Cyber Bela Gubernur DKI Anies Baswedan, MUI DKI Jakarta: ini Bentuk Amar Ma'ruf Nahi Munkar Hadapi Buzzer Rp

Minggu, 21 November 2021 14:26 WIB

Share
Buzzer.)ilustrasi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta menanggapi adanya kabar terkait  rencana pembentukan tim buzzer mujahid atau tim mujahid siber untuk menangkis berita hoaks bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta Munahar Muchtar, membantah tudingan dari oknum yang menyebut pembentukan tim mujahid siber terkait dengan dana hibah yang diberikan Pemprov DKI sebesar Rp 10,6 miliar.

"Kalau mereka selalu mencari kesalahan Pak Anies kita angkat kebaikan kebaikan Anies. Biar seimbang berita itu. Jadi nggak ada hubungannya lah segala dihubungin dana hibah macam-macam nggak ada. Sama MUI itu mereka nggak paham," tegas Munahar saat dihubungi, Minggu (21/11/2021).

Munahar menyebutkan, pembentukan tim Mujahid siber merupakan bagian dari amar ma'ruf mnahi munkar (perilaku kebaikan dan mencegah perilaku buruk).

Munahar mengatakan, salah satu tugas MUI DKI Jakarta adalah mencegah adanya upaya memecah belah anak bangsa melalui berita hoaks.

"Nah itu kan salah satu tugas Amar ma'ruf nahi munkar kita. Nah MUI salah satu tugasnya ber-amar ma'ruf nahi munkar. Siapapun dia kalau memang dia benar kenapa kita nggak bela," ujar Munahar.

Munahar menekankan, tim cyber yang dalam waktu dekat akan dibentuk, bertugas bukan hanya untuk melindungi Gubernur Anies dari serangan buzer. Tetapi untuk melindungi semua pihak yang telah bekerja baik untuk kemajuan Jakarta, termasuk juga para ulama.

"Makanya kita membuat ini sekali lagi buat meng-counter berita berita hoaks mendukung siapa pun figur central di Jakarta yang berbuat untuk kebaikan kota dan warganya di Jakarta," tegasnya.

Menurutnya, serangan buzzer di DKI Jakarta sudah sangat parah yang berpotensi memecah belah umat, sehingga MUI perlu membentuk mujahid cyber.

"Ya udah sesuatu yang semuanya kita udah tahu lah, kalau kondisi parah itu tau lah," pungkasnya.

Halaman
1 2
Editor: Idham Kurniawan
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler