Naikkan UMP Cuma 40 Ribu Perak, Gubernur Banten Tak Gentar Didemo Kaum Buruh 

Jumat, 19 November 2021 19:42 WIB

Share
Ribuan buruh sedang melakukan persiapan menuju titik kumpul di wilayah Kabupaten Tangerang sebelum bersama-sama menuju KP3B menuntut kenaikan upah. (Foto: Veronica)

SERANG, POSKOTA.CO.ID - Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) secara resmi menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) dengan kenaikan 1,63 persen atau sebesar Rp 40.000.

Kesepakatan itu kemudian tertuang dalam surat Keputusan Gubernur nomor 561/Kep.280-Huk/2021 tentang penetapan UMP Banten tahun 2022 yang ditandatangani pada tanggal 18 November 2021.

Besaran kenaikan UMP Banten itu sudah di atas angka kenaikan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat sebesar 1,09 persen. 

Selain itu, besaran kenaikan itu sudah sesuai dengan perhitungan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 36 tahun 2021 tentang perhitungan UMP tahun 2022.

Gubernur WH juga mengungkapkan bahwa apa yang menjadi keputusan dirinya terhadap penetapan UMP ini sesuai dengan aturan yang berlaku. 

"Saya sudah bekerja maksimal dan mengakomodir semua keinginan masyarakat, tapi tetap untuk penetapannya ada perhitungan tersendiri yang tertuang dalam sebuah aturan. Dan saya akan tetap mengacu pada aturan itu," jelasnya, kemarin. 

WH juga mengaku tidak akan gentar apalagi sampai mundur dengan banyaknya aksi para buruh yang menuntut kenaikan UMP sebesar 8,9 persen. 

"Silakan saja mau aksi mah, kami tidak melarang. Tapi yang jelas, apa yang menjadi keputusan Pemprov itu yang terbaik untuk semua kalangan," jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, dia juga meminta semua pihak untuk bersama-sama menjaga kondusifitas iklim usaha di Provinsi Banten. Apalagi saat ini sudah banyak perusahaan yang masuk ke Banten untuk berinvestasi. 

"Saya juga minta kepada rekan-rekan media untuk sama-sama menjaga kondusifitas ini, supaya semuanya berjalan dengan baik," jelasnya. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler