Anggota DPR Ingatkan Densus 88 Pasca Penangkapan Ustadz

Rabu, 17 November 2021 15:32 WIB

Share
M. Nasir Djamil. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Anggota Komisi III DPR M. Nasir Djamil mengingatkan Densus 88 agar mengedepankan hukum dan keadilan, transparansi serta tidak sewenang-wenang.

Demikian disampaikannya pasca penangkapan terhadap Ustadz Farid Okbah, Ustadz Zain An Najah, dan Ustadz Anung Al-Hamat.

Setahu dirinya, mereka itu dalam ceramahnya tidak menghujat pemerintah atau berorientasi takfiri.

Hal ini dikatakannya, terkait adanya sejumlah ustadz dan mubalig muslim, seperti Ustaz Farid Okbah, Ustaz Zain An Najah, dan Ustaz Anung Al-Hamat yang ditangkap oleh penyidik Densus 88.

Hingga saat ini, belum diketahui apa dasar penangkapan ketiga mubalig dan tokoh Islam tersebut.

Menurut Nasir yang juga pernah menjadi anggota Pansus RUU Terorisme, pasal 28 ayat (1) UU 5/2018 memang memberikan hak kepada penyidik untuk melakukan penangkapan terhadap setiap orang yang diduga melakukan tindak pidana terorisme. 

Namun dalam kasus seperti itu, Densus 88 harus memberikan penjelasan yang transparan atas penangkapan tersebut.

Hal ini penting dilakukan agar jangan terkesan Densus 88 yang pernah ditantang oleh organisasi teroris KKB Papua, malah sepertinya hanya menyasar mubalig muslim, tebang pilih dan cenderung menyudutkan umat Islam.

Politisi PKS  asal Aceh ini juga meminta selama dalam penahanan dan proses penyelidikan, Densus 88 wajib menghormati hak asasi ketiga orang ustaz itu. Ini ruhnya UU 5/2018.

“Sebagai legislator Komisi Hukum DPR RI, saya berkewajiban mengingatkan Densus 88 agar perlindungan dan pemenuhan hak asasi manusia harus tetap diberikan selama mereka ditahan. Dengan kata lain, hak-hak mereka harus dipenuhi," ujar Nasir. (rizal)

Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler