Dihantam Angin Kencang, 3 Warga Tewas, 3 Lainnya Luka-luka Tertimpa Pohon Tumbang 

Senin, 15 November 2021 09:51 WIB

Share
Upaya petugas BPBD menolong korban akibat angin kencang menerjang di Mojokerto dengan cara memotong pohon yang tumbang.(dok.bnpb)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID – Angin kencang menerjang wilayah Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Akibat musibah itu,  tiga orang tewas dan tiga lainnya mengalami luka-luka, Minggu sore (14/11/2021), sekitar pukul 16.30 WIB.

Selain itu, banyak pohon yang tumbang sehingga menimbulkan kerusakan pada bangunan.
        
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, tumbangnya pohon disebabkan angin yang bertiup kencang dan kondisi tanah gembur.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin pagi (15/11/2021) mengungkapkan, bencana ini terjadi  di Desa Seloliman, Trawas, Mojokerto. Paska kejadian, BPBD bersama dinas terkait dan masyarakat berhasil mengevakuasi korban luka-luka.

Selanjutnya para korban dirawat di rumah sakit terdekat. Selain pertolongan dan penyelamatan, petugas di lapangan membersihkan pohon tumbang serta material bangunan yang berserakan tersebut hingga pukul 20.30 WIB.
        
Banjir Banyuwangi        
Banjir terjadi di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu malam (14/11/2021) pukul 19.00 WIB. Banjir itu melanda dua desa dua kecamatan, yaitu Desa Kandangan di Kecamatan Pesanggaran dan Desa Kedunggebang di Kecamatan Tegaldlimo. 
           
Akibat banjir itu, 66 kepala keluarga terdampak. Sedangkan kerugian material, BPBD Kabupaten Banyuwangi yang menyebabkan  sejumlah fasilitas umum terendam, seperti tempat ibadah, pasar tradisional dan fasilitas pendidikan. Di samping itu, BPBD memantau pondasi jembatan Sumber Adi – Sumber Jambe tergerus arus air.
      
BPBD Kabupaten Banyuwangi menginformasikan banjir di pemukiman berangsur surut sedangkan debit air sungai masih tampak tinggi. Pihaknya sejak dini berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk siap siaga dan pendataan.

Menyikapi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, angin kencang dan tanah longsor, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga.
       
Warga diharapkan untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi bahaya, seperti angin kencang, selama musim hujan ini.
(Agus Johara)

Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler