Demo Tolak Formula E, Mahasiswa Minta Anies Baswedan Anggaran 560 Milliar Dialihkan Buat Orang Miskin  

Kamis, 11 November 2021 18:22 WIB

Share
Mahasiswa demo Formula E sambil menutup setengah jalan di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta.(Foto: Deny)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen perguruan tinggi berunjuk rasa di depan Gedung Balaikota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2021).

Para mahasiswa tersebut, meminta Gubernur Anies Baswedan untuk menghentikan Formula E yang rencananya bakal diselenggarakan pada 4 Juni 2022 mendatang. 

"Bagi kami Formula E hanya menghambur-hamburkan uang rakyat.  Anies harusnya menggunakan uang 560 milliar untuk mensejahterakan warga Jakarta yang miskin," ucap Arjuna, koordinator aksi.

Tak hanya itu, orang nomer satu di lingkungan Pemprov DKI tersebut juga diminta untuk transparan dan terbuka kepada publik terkait dana Rp 560 miliar yang digunakan  untuk balapan mobil Formula E tersebut. 

"Gubernur Anies juga harus terbuka kepada publik terkait dana yang digunakan untuk Formula E," jelasnya. 

Sementara itu, aksi para mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya tersebut juga sempat membuat arus lalulintas di sekitar tersendat.  Lantaran, mereka sengaja berorasi di tengah-tengah jalan .

Kemacetan lalulintas tersebut pun sedikit terurai setelah mahasiswa yang semula hendak merangsek masuk ke Balaikota DKI tidak diperbolehkan aparat keamanan. Dan tak lama, massa pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib dan aman. 

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun ikut memintai keterangan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Dispora) terkait rencana balap mobil listrik tersebut. 

Pengambilan keterangan itu, dibenarkan Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi wartawan. Dikatakannya, keterangan tersebut dilakukan karena adanya laporan masyarakat perihal potensi kasus yang terjadi di penyelenggaraan Formula E. 

Terkait pemanggilan KPK itu, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria pun mengaku akan menghormati semua proses hukum. Baik itu yang ditegakan KPK, Kepolisian, Kejaksaan maupun  Pengadilan terkait permasalahan hukum .

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler