92 Persen Lebih Madrasah Milik Swasta, Kemenag Lakukan Ini

Rabu, 10 November 2021 08:52 WIB

Share
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi. (ist)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID-- Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi menegaskan lebih dari 92 persen madrasah binaan Kementerian Agama adalah swasta.

"Hal ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat dalam pembangunan manusia Indonesia," ujarnya saat pembukaan Seminar Nasional Penjaminan Mutu Madrasah Swasta, di Jakarta, Selasa (9/11/2021).

Zainut Tauhid menilai madrasah selama ini menjadi salah satu pilar pendidikan nasional dan turut berkontribusi besar terhadap pembangunan pendidikan.

"Madrasah swasta turut berperan dalam menyiapkan berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Karenanya, afirmasi menjadi keharusan,” jelasnya.

Ia mengatakan Kementerian Agama terus berupaya memberikan afirmasi terhadap madrasah swasta.

"Afirmasi Kementerian Agama dalam pembangunan madrasah, khususnya madrasah swasta harus tetap dijaga, dipertahankan dan terus dikembangkan," tutur Wamenag dalam keterangannya yang diterima Rabu pagi (10/11/2021).

Sebab, menurutnya,madrasah swasta bukan saja sebagai mitra strategis pemerintah juga merupakan cikal bakal pendidikan di Indonesia.

Hadir dalam acara itu Dirjen Pendidikan Islam M. Ali Ramdhani, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Ishom Yusqi, Deputi SDM Bappenas Subandi, Tim Leader Bank Dunia untuk proyek Madrasah Reform, dan para Kepala Kanwil Kemenag Provinsi seluruh Indonesia.

Wamenag berharap seminar penjaminan mutu ini dapat merumuskan berbagai gagasan inovatif, kreatif dan berorientasi masa depan.

"Pandemi Covid-19 yang melanda sejak awal tahun 2020 telah menghadirkan tantangan berat di dunia pendidikan," Wamenag menambahkan.

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler