Masih Dianggap Takdir, Tiap Hari 80 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas

Minggu, 7 November 2021 17:03 WIB

Share
Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno mengungkapkan bahwa setiap hari angka kecelakaan lalu lintas terus meningkat. (dok.pribadi)

JAKARTA, POSKOTA.CO.ID - Setiap 1 jam, 1-3 orang tewas di Indonesia akibat kecelakaan lalu lintas. 

Karena itu, pemerintah didesak mengaktifkan kembali Direktorat Keselamatan Transportasi Darat di Kementerian Perhubungan.
      
 "Direktorat ini hilang sejak dua tahun lalu karena persoalan anggaran," kata pengamat transportasi Djoko Setijowarno dalam keterangannya yang diterima Sabtu (7/11/2021).
     
Menurutnya, setiap hari angka kecelakaan lalu lintas terus meningkat. 

"Angka kecelakaan lalu lintas tidak pernah turun drastis. Sementara institusi yang fokus mengurusi keselamatan justru dihilangkan," terang Djoko Setijowarno.
      
Selain itu, tambah Djoko, kesadaran masyarakat akan keselamatan lalu lintas juga masih rendah, jika meninggal akibat kecelakaan lalu lintas dianggap takdir.
     
Ia mencontohkan, kecelakan lalu lintas di ruas Jalan Tol Cipali KM 113 pada Kamis (4/11/2021) dini hari. 

Korbannya adalah rombongan guru besar Universitas Gajah Mada (UGM) mengakibatkan salah satu Dosen Fakultas Peternakan Prof. Ir. I Gede Suparta Budisatria meninggal dunia.

 "Berikutnya pada hari yang sama, artis Vanessa Angel dan suaminya Febri Ardiansyah, meninggal dunia akibat kecelakaan tunggal di ruas Tol Jombang KM 672./," tutur Guru Besar di Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata.
      
Berdasarkan data dari Korps Lalu Lintas Kepolisan Negara Republik Indonesia (Korlantas), dalam 1 jam, 1-3 orang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia.
      
Dalam sehari sekitar 80 orang tewas seketika di jalan raya. Korban terbanyak pesepeda motor (sekitar 75 persen). Belum lagi ditambah sejumlah korban akibat kecelakaan lalu lintas yang mengalami luka berat dan berujung meninggal dunia. 

Total bisa mencapai 120-an orang meninggal dunia setiap hari karena korban kecelakaan lalu lintas di jalan raya.

Djoko menjelaskan, di Indonesia masih banyak masalah keselamatan transportasi darat yang harus dibenahi.

Saat ini yang mengurus program keselamatan transportasi darat di bawah Direktorat Sarana Perhubungan Darat.
       
"Sudah dipastikan anggaran untuk keselamatan pasti kecil, tidak sebanding dengan tanggung jawab untuk membenahi keselamatan transportasi darat se-Indonesia," papar Djoko.
       
Sementara sektor transportasi perkeretaapian, perairan dan udara masih memiliki Direktorat Keselamatan di masing-masing Direktorat Jenderalnya.

"Memang ada peraturan dari Kementerian Penertiban aparatur negara membatasi jumlah direktorat di setiap direktorat jenderal. Namun mengingat kebutuhan yang genting dan penting, tidak ada salahnya untuk memberikan tambahan direktorat baru," Djoko menjelaskan.
      
Selain itu, Djoko juga meminta setiap detinasi wisata dan penginapan diwajibkan untuk menyediakan tempat istirahat yang memadai bagi pengemudi bus wisata. 

Pasalnya, masih banyak tempat wisata belum menyediakan tempat istirahat bagi pengemudi bus wisata, karena tidak ada kewajiban. 

Halaman
1 2
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler