Ritual Keceran Bakal Dijadikan Wisata Budaya di Banten, Bagaimana Pelaksanaannya?

Jumat, 5 November 2021 14:00 WIB

Share
Wagub Banten Andika Hazrumy saat akan ditetes air dalam ritual keceran. (ist)

SERANG, POSKOTA.CO.ID-- Keceran merupakan salah satu ritual adat tahunan yang dilaksanakan oleh perguruan Kebudayaan Seni Tari (Kesti) Tjimande Tari Kolot Kebon Djeruk Hilir (TTKKDH). 

 

Dalam tradisi pencak silat Sunda makna lain kecer itu adalah dipeureuh, yang berarti ditetesi mata.

Pengertian hakiki yakni didorong untuk berbuat kebaikan.

Keceran dalam istilah umum disebut pengesahan yang merupakan upacara adat pengangkatan saudara sehati, seadat dan seilmu. 

Di Kesti TTKKDH pelaksanaan keceran dilakukan dengan cara ditetesinya mata, hidung dan mulut anggota perguruan Kesti TTKKDH oleh air khusus yang telah diberikan doa-doa oleh para sesepuh perguruan tersebut.

 Usai ditetesi air khusus, anggota perguruan kemudian melakukan ritual rujakan dimana mereka memakan atau meminum khusus yang terdiri dari tujuh macam untuk setiap makanan dan minumannya. 

Terakhir para anggota perguruan melakukan ritual gembrungan atau saling memijit tangan dan kaki yang sering mereka pergunakan untuk bertarung. 

Tidak sampai di situ, ritual keceran biasanya ditutup dengan aksi pencak silat khas TTKDH yang diiringi alat musik tradisional pencak silat.

Atas kekayaannya budaya peninggalan leluhur itu, Pemprov Banten akan terus mempertahankan agar tetap dilestarikan dan tidak punah oleh arus perkembangan zaman. 

Halaman
1 2
Editor: Khomsu Rijal
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler